Logo HIPKIN

Loading Experience

##navigation.skip##
Vol. 5 No. 1 (2008): Inovasi Kurikulum, February 2008 Pengembangan kurikulum berbasis masyarakat di...
Articles 22 February 2008

Pengembangan kurikulum berbasis masyarakat di SMP alternatif Qaryah Thayyibah Salatiga Jateng

MS
Muchamad Solahudin Indonesia
DOI https://doi.org/

Abstract

Masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar dalam proses pengembangan kurikulum di satuan pendidikan mengingat sekolah adalah miniatur masyarakat yang kelak menjadi generasi penerus dalam melestarikan warisan budaya. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengembangan kurikulum meliputi perumusan desain, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum berbasis masyarakat. Fokus dalam tulisan ini meletakkan pola, konsep, strategi dan landasan masyarakat dalam perannya mengembangkan kurikulum di sebuah sekolah alternatif. Sekolah alternatif memiliki latar belakang dan tujuan yang berbeda dengan sekolah konvensional sehingga memiliki karakteristik dan pola pengembangan yang berbeda pula. Meskipun demikian bentuk keterlibatan masyarakat dalam pengembangan kurikulum ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi sekolah formal maupun nonformal lainnya.

 
Keywords:
kurikulum berbasis masyarakat pengembangan kurikulum sekolah dan pendidikan alternatif

References

Ahmad, M. (2006). Pendidikan alternatif Qaryah Thayyibah. Yayasan Qaryah Thayyibah.
Alternative education. (2008a). http://www.doe.mass.edu/alted/about.html?section=definition
Alternative education. (2008b). http://www.k12academics.com/alternative_education.htm
Diknas. (2006). Rencana strategis Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal. Dirjen PMPTP.
Education. (2008). In Wikipedia. http://en.wikipedia.org/wiki/Education
Hamalik, O. (2006a). Implementasi kurikulum. Sekolah Pasca Sarjana UPI Bandung.
Hamalik, O. (2006b). Manajemen pengembangan kurikulum. Remaja Rosdakarya.
Kompas. (2007). Kurikulum yang mencerdaskan: Visi 2030 dan pendidikan alternatif. Kompas Media Nusantara.
Michigan Department of Education. (2008). Here is a recommended definition for Alternative Education programs. http://michigan.gov/documents/Definition_of_Alt_70316_7_Ed.pdf
Pradipto, D. (2007). Belajar sejati versus kurikulum nasional. Kanisius.
SMP Alternatif Qaryah Thayyibah. (2003a). Konsep yang diajukan dalam SLTP Alternatif. http://www.pendidikanalternatifsalatiga.com
SMP Alternatif Qaryah Thayyibah. (2003b). Profil SLTP Alternatif. http://www.pendidikanalternatifsalatiga.com
Sukmadinata, N. S. (2002). Pengembangan kurikulum: Teori dan praktek. Remaja Rosdakarya.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 4301.