Logo HIPKIN

Loading Experience

##navigation.skip##
Articles 28 August 2026

The transition dilemma: The practice of integrating the Kurikulum 2013 and Kurikulum Merdeka

TS
Tengku Fajar Rahmadani Adha Syahputra Universitas Pendidikan Indonesia,
DOI https://doi.org/10.64014/hipkin-jer.v3i2.748

Abstract

Changes to the national curriculum in Indonesia often present unique challenges for educational institutions, particularly during the transition from the Kurikulum 2013 to the Kurikulum Merdeka. The main issues that arise are unprepared human resources, limited facilities, and unequal understanding of the new curriculum. This study aims to provide an overview of schools' approaches to designing and implementing the established curriculum. The study was conducted at SMA Kartika XIX-2, Bandung City, using a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with the vice principal in charge of the curriculum. The results indicate that grades 10 and 11 have implemented the Kurikulum Merdeka, while grade 12 still uses the Kurikulum 2013 due to internal school limitations. Obstacles faced include limited teacher training, limited expertise, and constraints on facilities and funding. Evaluation of the Kurikulum Merdeka remains limited because there are no graduates at that level who can provide a comprehensive overview. These findings emphasize the importance of a flexible transition approach and contextual policy support to ensure that curriculum implementation is not only formal but also substantive and sustainable.

 

Abstrak

Perubahan kurikulum nasional di Indonesia sering kali menghadirkan tantangan tersendiri bagi satuan pendidikan, terutama selama masa transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka. Masalah utama yang muncul adalah ketidaksiapan sumber daya manusia, keterbatasan fasilitas, dan belum meratanya pemahaman terhadap kurikulum baru. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran sekolah dalam merancang dan menerapkan kurikulum yang ditetapkan. Studi dilakukan di SMA Kartika XIX-2 Kota Bandung dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Hasilnya menunjukkan bahwa kelas X dan XI telah menerapkan Kurikulum Merdeka, sementara kelas XII masih menggunakan Kurikulum 2013 sebagai bentuk adaptasi terhadap keterbatasan internal sekolah. Hambatan yang dihadapi mencakup minimnya pelatihan bagi guru, keterbatasan tenaga ahli, serta kendala terkait fasilitas dan dana. Evaluasi Kurikulum Merdeka masih terbatas karena belum ada lulusan dari jenjang tersebut yang dapat memberikan gambaran yang menyeluruh. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan transisi yang fleksibel dan dukungan kebijakan yang kontekstual agar implementasi kurikulum tidak hanya bersifat formal, tetapi juga substantif dan berkelanjutan.

Kata Kunci: kebijakan pendidikan; Kurikulum 2013; Kurikulum Merdeka; transisi kurikulum

Keywords:
curriculum transition educational policy Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka

References

Bahja, A. W. T., Hakim, L., & Af’idah, A. (2025). Literature review: Analisis model pembelajaran efektif dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 17(1), 11-16.
Chand, S. P. (2024). Constructivism in education: Exploring the contributions of Piaget, Vygotsky, and Bruner. International Journal of Science and Research (IJSR), 12(7), 274-278.
Damayanti, A. T., Pradana, B. E., Putri, B. P., & Laila, H. N. (2023). Literature review: Problematika kesiapan guru terhadap penerapan Kurikulum Merdeka. Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian, 5(1), 465-471.
Darwin, D., Boeriswati, E., & Murtadho, F. (2023). Asesmen pembelajaran bahasa dalam Kurikulum Merdeka Belajar pada siswa SMA. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 12(2), 25-36.
Fadhilah, I., An-Nafi’i, I. M., & Ngadimah, M. (2025). Perbandingan kurikulum di Indonesia: Kurikulum 2013 (K13) dengan Kurikulum Merdeka. Ma'rifatuna: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 1(3), 141-167.
Kurniawan, B., Rahmawati, F. P., & Ghufron, A. (2024). Dinamika penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar: Tinjauan literatur sistematis. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(3), 1672-1678.
Laia, P. I. S., Hutagalung, Y. M., Hulu, N. O. S., Panggabean, W., Purba, K., & Lase, I. (2025). Implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam strategi pendidikan. Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 403-418.
Matondang, T. S., Boangmanalu, L. K., Purba, H. N., Zaki, A., Siregar, B., & Wasiyem. (2025). Kepemimpinan inovatif kepala sekolah dalam menghadapi tantangan Kurikulum Merdeka. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1), 846-853.
Muhammad, R. R., Lawson, D., Aslam, F., & Crawford, M. (2023). Indonesian Curriculum 2013 ten years on: Impact on mathematics teaching. Journal of Research in Science, Mathematics and Technology Education, 6(SI), 109-136.
Muzaky, F., & Achadi, M. W. (2024). Policy analysis of the 2013 curriculum: Impacts and challenges for teachers in the learning process at senior high schools. International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning, 2(4), 259-273.
Nursaputri, E. R., & Aisyah, S. (2024). Exploring the benefits of curriculum development for students. Abjadia: International Journal of Education, 9(1), 57-71.
Oktavia, R., Mirza, A. A., & Qamariah, Z. (2023). The history of curriculum in Indonesia: a literature study. Pustaka: Jurnal Bahasa dan Pendidikan, 3(4), 105-117.
Paramita, E., Aminullah, A., Ratnasari, D., & Husna, A. (2025). Transformasi perkembangan kurikulum di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 5(1), 169-184.
Pohan, S., Melandamayanti, M., Zaman, I. K., & Nihaya, W. (2026). Perbandingan kebijakan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka: dampak terhadap kualitas pendidikan. Lokakarya, 5(1), 114-120.
Puad, L. M. A. Z., & Ashton, K. (2023). A critical analysis of Indonesia’s 2013 national curriculum: Tensions between global and local concerns. The Curriculum Journal, 34(3), 521-535.
Purwati, E., & Sukirman, D. (2024). Teacher competence development in Kurikulum Merdeka implementation: A literature study. Inovasi Kurikulum, 21(1), 41-54.
Puspita, Y., & Atikah, C. (2023). Analisis perubahan kebijakan pendidikan dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka. Jurnal Pengelolaan Pendidikan JUNI, 4(1), 9-21.
Ramadani, N., Audina, I., & Nasution, A. (2025). Strategi Pembelajaran: Sistem Pendidikan Kurikulum Merdeka di Sekolah MAN 2 Lubuk Pakam. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(1), 53-64.
Rohman, F., & Aula, R. (2025). Inovasi dalam problematika implementasi Kurikulum Merdeka di MA Amanatul Ummah Surabaya melalui integrasi madrasah akademik dan sistem Daw Long. Modeling: Jurnal Program Studi PGMI, 12(1), 468-481.
Saa, S. (2024). Merdeka curriculum: Adaptation of Indonesian education policy in the digital era and global challenges. Revista de Gestão Social e Ambiental, 18(3), 1-24.
Salmiyanti, S., & Desyandri, D. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pandangan filsafat idealisme. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(2), 1371-1375.
Salsabilah, N., Anggraini, T. A., Ananda, M. L., Sabina, R., & Annur, S. (2024). Analisis kesulitan guru dalam mentransformasikan Kurikulum K13 menuju Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(2), 1368-1380.
Sefrinal, Rizal, F., Ambiyar, Handayani, R., & Sari, F. A. (2025). Rekonstruksi kurikulum SMAN 2 Sutera: Dari evaluasi dokumen dan implementasi ke model kurikulum ideal di era digital. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(3), 1402-1409.
Sucipto, S., Sukri, M., Patras, Y. E., & Novita, L. (2024). Tantangan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar: Systematic literature review. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(1), 278-281.
Sya’roni, S., Jalil, A., Juanda, A., & Suklani, S. (2025). Merancang pengembangan kurikulum adaptif di era disrupsi: Strategi transformasional untuk pendidikan abad-21. Edum Journal, 8(2), 13-26.
Tampubolon, R., Gulo, Y., & Nababan, R. (2022). Pengaruh reformasi kurikulum pendidikan Indonesia terhadap kualitas pembelajaran. Jurnal Darma Agung, 30(2), 389-395.
Tarbiyah, S., Mahfudza, F. Z., Putri, N. A., Ningrum, D. K., & Nabillah, Y. T. (2025). Analyzing the implementation of K13 and Kurikulum Merdeka: Students’ perceptions. Curricula: Journal of Curriculum Development, 4(1), 255-272.
Ulum, M., & Mun’im, A. (2023). Curriculum development, guidance, and innovation in schools. Journal of Islamic Education, 1(1), 50-60.
Wibowo, S., Wangid, M. N., & Firdaus, F. M. (2025). The relevance of Vygotsky’s constructivism learning theory with differentiated learning in primary schools. Journal of Education and Learning (EduLearn), 19(1), 431-440.
Widiansyah, S., Hidayat, S. P., Kamil, S. I., Purba, I. D. L. B., Rahmawati, U., & Khairo, F. M. A. (2025). Kesiapan guru dalam menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka: (studi kasus di sekolah menengah atas). Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 334-352.
Wulandari, R. (2021). Characteristics and learning models of the 21st century. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 4(3), 8-16.
Yildiz, B. B., Gunay, G., & Özbilen, F. M. (2021). Evaluation of teachers’ motivation and curriculum autonomy levels. Educational Policy Analysis and Strategic Research, 16(2), 330-353.