Kurikulum Merdeka as direction for learning reform at SMA Pasundan 8 Bandung

Authors

  • Alifa Nur Dzakkiyah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Salsabilla Universitas Pendidikan Indonesia
  • Zahra Nisfi Islami Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64014/hipkinjss.v1i1.294

Keywords:

flexibility, Kurikulum Merdeka, student-centered learning

Abstract

Curriculum policy changes in Indonesia are part of ongoing efforts to improve the quality of education and adapt the learning process to current demands. This study aims to analyze the new direction resulting from the implementation of the Kurikulum Merdeka. The research method used is a qualitative descriptive approach, based on a literature review and direct interviews with educators at SMA Pasundan 8 Bandung. The results of the study show that the Kurikulum Merdeka responds to the demands of modern developments and serves as a refinement of the previous curriculum. This program emphasizes student-centered learning, so the role of teachers is more that of facilitators tasked with meeting students' interests and talents. This curriculum also emphasizes learning focused on essential material, project-based learning, character building through the Pancasila Student Profile, and flexibility for educational units and teachers in designing the learning process. However, there are still several challenges in its implementation, including limited facilities and infrastructure, limited teacher understanding, and difficulties in designing learning activities. From the students' perspective, they experience difficulties in adapting to the transition to project-based learning. 

 

Abstrak

Perubahan kebijakan kurikulum di Indonesia sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikan proses pembelajaran dengan tuntutan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah baru yang dihasilkan oleh implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dan wawancara langsung dengan para pendidik di SMA Pasundan 8 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka merupakan respons terhadap tuntutan perkembangan modern sekaligus bentuk penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Program ini menekankan pembelajaran yang berpusat pada murid, sehingga peran guru lebih berfungsi sebagai fasilitator yang bertugas memenuhi kebutuhan minat dan bakat murid. Kurikulum ini juga menekankan pembelajaran yang berfokus pada materi esensial, pembelajaran berbasis proyek, penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, serta pemberian fleksibilitas bagi satuan pendidikan dan guru dalam merancang proses pembelajaran. Namun, dalam implementasinya masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan pemahaman guru, serta kesulitan dalam merancang pembelajaran. Dari perspektif murid mengalami kesulitan dalam beradaptasi akibat peralihan menuju pembelajaran berbasis proyek.

Kata Kunci: fleksibilitas; Kurikulum Merdeka; student-centered learning

References

Aegustinawati, A., & Sunarya, Y. (2023). Analisis implementasi kurikulum merdeka dalam mengatasi retensi kelas di sekolah menengah atas. Jurnal Paedagogy, 10(3), 759-772.

Agnevia, N., Firda, A., Fitriyani, D. A., & Hopid, J. (2025). Kurikulum merdeka: based accounting learning at SMK Negeri 1 Bandung. Curricula: Journal of Curriculum Development, 4(1), 29-46.

Almarisi, A. (2023). Kelebihan dan kekurangan kurikulum merdeka pada pembelajaran sejarah dalam perspektif historis. Mukadimah: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 111-117.

Anggraini, D. L., Yulianti, M., Nurfaizah, S., & Pandiangan, A. P. B. (2022). Peran guru dalam mengembangan kurikulum merdeka. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 1(3), 290-298.

Apriyanti, H. (2023). Penyusunan perencanaan pembelajaran pada kurikulum merdeka. Education Journal: Journal Educational Research and Development, 7(1), 15-19.

Armadani, P., Sari, P. K., Abdullah, F. A., & Setiawan, M. (2023). Analisis implementasi kurikulum merdeka belajar pada siswa-siswi SMA Negeri 1 Junjung Sirih. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(1), 341-347.

Aulia, N., Sarinah, S., & Juanda, J. (2023). Analisis kurikulum merdeka dan kurikulum 2013. Jurnal Literasi dan Pembelajaran Indonesia, 3(1), 14-20.

Azzahra, F., Permana, H., Fitriani, L., Putri, R. M., & Wulandari, S. (2022). Approaches and models development of 2013 curriculum and merdeka curriculum. Curricula: Journal of Curriculum Development, 1(2), 189-204.

Cantika, V. M., Khaerunnisa, L., & Yustikarini, R. (2022). Merdeka curriculum implementation at Wonoayu 1 Junior High School as Sekolah Penggerak. Curricula: Journal of Curriculum Development, 1(2), 175-188.

Darwati, I. M., & Purana, I. M. (2021). Problem Based Learning (PBL): suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara berpikir kritis peserta didik. Widya Accarya, 12(1), 61-69.

Dirgantoro, K. P. S., & Soesanto, R. H. (2023). Towards a paradigm shift: analysis of student teachers’ and teacher education institutions’ readiness on kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 185-201.

Festiyed, F., Elvianasti, M., Diliarosta, S., & Anggana, P. (2022). Pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 152-163.

Fonna, M., & Nufus, H. (2024). Pengaruh penerapan Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan abad 21. Ar-Riyadhiyyat: Journal of Mathematics Education, 5(1), 22-30.

Hikmah, D. N., & Azmah, N. (2025). Analisis perbandingan modul ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam kurikulum merdeka. Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 88-94.

Ichiana, N. N., Razzaq, A., & Ahmad, A. K. (2023). Orientasi kurikulum merdeka: hambatan belajar Matematika dalam capaian pembelajaran berpusat pada peserta didik. Jurnal Pendidikan MIPA, 13(4), 1162-1173.

Issalillah, F., Masnawati, E., Mardikaningsih, R., Hariani, M., Azizah, F., Mamesah, D. A., ... & Halizah, S. N. (2024). Strategi kolaboratif dalam pengembangan lingkungan pembelajaran kreatif. Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 49-62.

Kusumawardani, D. A., Sapitri, L., & Dewi, M. R. (2022). Merdeka curriculum implementation at Granada Islamic Integrated and Dhuhaa Islamic Junior High School in Tangerang City. Curricula: Journal of Curriculum Development, 1(2), 157-174.

Liana, M., Fitriyah, D., Hindrasti, N. E. K., Nevrita, N., Siregar, E. F. S., & Izzati, N. (2023). Pemanfaatan fitur pelatihan mandiri untuk memahami kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(2), 138-152.

Maulida, U. (2022). Pengembangan modul ajar berbasis kurikulum merdeka. Tarbawi, 5(2), 130-138.

Muthoharoh, M. (2023). Kurikulum merdeka: konsep dan implementasinya. Tabyin: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 125-132.

Nadira, S., Ihtisani, A. F., & Mufidah, I., Z. (2022). The future of education: “Freedom” as the foundation of the curriculum. Curricula: Journal of Curriculum Development, 2(4), 173-186.

Nafi’ah, J., Faruq, D. J., & Mutmainah, S. (2023). Karakteristik pembelajaran pada kurikulum merdeka belajar di madrasah ibtidaiyah. Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 5(1), 1-12.

Nasution, A. F., Ningsih, S., Silva, M. F., Suharti, L., & Harahap, J. P. (2023). Konsep dan implementasi kurikulum merdeka. Competitive: Journal of Education, 2(3), 201-211.

Natasya, V., Nurhuda, V., & Asbari, M. (2024). Membentuk masa depan yang berkelanjutan: review tantangan dan peluang kurikulum merdeka perspektif Indra Charismiadji. Journal of Information Systems and Management (JISMA), 3(4), 30-34.

Nazar, E. R., Nasir, N., & Bagea, I. (2024). Peluang dan tantangan implementasi kurikulum merdeka belajar: sebuah studi interview di sekolah penggerak dan mandiri berubah. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(1), 18-31.

Nengsih, D., Febrina, W., Maifalinda, M., Junaidi, J., Darmansyah, D., & Demina, D. (2024). Pengembangan modul ajar kurikulum merdeka. Diklat Review: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Pelatihan, 8(1), 150-158.

Nugraha, T. S. (2022). Kurikulum merdeka untuk pemulihan krisis pembelajaran. Inovasi Kurikulum, 19(2), 251-262.

Patimah, N. N. (2025). Adaptasi siswa terhadap pembelajaran pendidikan Pancasila dalam kurikulum merdeka. Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan, 3(1), 351-362.

Risna, R. (2023). Analyzing the efficacy of outcome-based education in kurikulum merdeka: a literature-based perspective. Curricula: Journal of Curriculum Development, 2(2), 155-166.

Sahrandi, S., & Bahri, S. (2023). Peran guru dalam implementasi kurikulum merdeka belajar. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 10(1), 100-108.

Santoso, T. B. (2024). Kompetensi pedagogik guru MI dalam mengimplementasikan kurikulum. Jurnal Studi Pendidikan Dasar, 2(1), 14-32.

Situmeang, L. Y. (2024). Pembelajaran dari kurikulum 13 ke kurikulum merdeka: identifikasi perubahan metode pengajaran dan dampak terhadap siswa. Charismo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 3(2), 31-38.

Solissa, E. M., Rakhmawati, E., Maulinda, R., Syamsuri, S., & Putri, I. D. A. (2024). Analisis implementasi metode pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan prestasi belajar di sekolah dasar. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(2), 558-570.

Usanto, S. (2022). Implementasi kurikulum merdeka belajar dalam meningkatkan pemahaman siswa. Cakrawala Repositori IMWI, 5(2), 494-502.

Published

2026-02-27

How to Cite

Dzakkiyah, A. N., Salsabilla, S., & Islami, Z. N. (2026). Kurikulum Merdeka as direction for learning reform at SMA Pasundan 8 Bandung. Hipkin Journal of Social Studies, 1(1), 111-124. https://doi.org/10.64014/hipkinjss.v1i1.294

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.