Tinjauan terhadap kurikulum pendidikan profesi psikolog di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.17509/jik.v17i1.36836Keywords:
pendidikan profesi, pendidikan profesi psikolog, pendidikan profesi psikolog indonesia, profesi, psikolog, psikologiAbstract
Professional psychology education is an education that is in demand in Indonesia in addition to medical professional education and teacher professional education. Of course, to maintain the quality of graduates, psychologist professional education has conducted various studies and comparisons both in terms of curriculum and teaching staff. Until now, universities that provide psychology professional education are still limited in Indonesia. This is a manifestation of the stakeholders in maintaining the quality of the psychologist professional program so that the graduates who will enter the field are actually produced from study programs that meet the standards. What is the psychologist's professional education like in Indonesia? This article will examine the history and situation of psychology education programs in Indonesia.
Abstrak
Pendidikan profesi psikolog menjadi pendidikan yang cukup diminati di Indonesia di samping pendidikan profesi kedokteran dan pendidikan profesi guru. Tentu untuk menjaga kualitas lulusan, pendidikan profesi psikolog telah melakukan berbagai kajian dan komparasi baik dalam aspek kurikulum dan tenaga pendidiknya. Sampai saat ini perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan profesi psikolog masih terbatas di Indonesia. Hal ini merupakan salah satu wujud dari para pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas program profesi psikolog agar para lulusan yang akan terjun ke lapangan benar-benar dihasilkan dari program studi yang memenuhi standar. Seperti apakah pendidikan profesi psikolog di Indonesia? Artikel ini akan mengkaji mengenai riwayat dan situasi saat ini dari program pendidikan psikologi di Indonesia.
Kata kunci: Pendidikan Profesi; Pendidikan Profesi Psikolog; Profesi; Psikolog; Psikologi; Pendidikan Profesi Psikolog IndonesiaReferences
Arifa, F. N., & Prayitno, U. S. (2019). Peningkatan kualitas pendidikan: Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan dalam pemenuhan kebutuhan guru profesional di Indonesia. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 10(1), 1–17. https://doi.org/10.46807/aspirasi.v10i1.1229
Aryani, N. P. D., & Erawati, N. M. A. (2016). Pengaruh motivasi kualitas, karir, ekonomi, dan biaya pendidikan pada minat mahasiswa mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi. E-Jurnal Akuntansi, 16(1), 362–384.
Berlinasari, M., & Erawati, N. M. A. (2017). Pengaruh motivasi, biaya pendidikan dan lama pendidikan pada minat mahasiswa akuntansi mengikuti PPAK. E-Jurnal Akuntansi, 18(1), 447–476.
Daulay, N. (2019). Peran psikolog dan konselor. Al-Mursyid: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 1(1), 1–10. http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/almursyid/article/view/493
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2010). Surat Dirjen Dikti Nomor 1030/DT/2010 tertanggal 26 Agustus 2010 tentang Penataan Nomenklatur Program Studi Psikologi, Komunikasi, Komputer, dan Lanskap. Kementerian Pendidikan Nasional.
Handoyo, S., Nurafian, I., & Subekti, A. (2009). Kilas lintas historis tentang Program Pendidikan Profesi Psikolog jenjang Magister di Indonesia [Materi Kolokium XX].
Himpunan Psikologi Indonesia. (2010). Kode etik psikologi Indonesia. Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia. https://himpsi.or.id/organisasi/kode-etik-psikologi-indonesia
Iskandar, T. Z. (2007, Januari 25–27). Pendidikan psikologi di Indonesia [Makalah]. Kolokium Psikologi Indonesia XVII, Indonesia.
Kolokium Psikologi Indonesia XIX Bandung. (2010). Buku Kolokium Psikologi Indonesia. Panitia Kolokium Psikologi Indonesia.
Kolokium Psikologi Indonesia XVIII Surabaya. (2008). Buku Kolokium Psikologi Indonesia Surabaya. Panitia Kolokium Psikologi Indonesia.
Markum, E. (2007, Januari 25–27). Standarisasi kompetensi lulusan Magister Sains, Profesi, dan Terapan Psikologi [Makalah]. Kolokium Psikologi Indonesia XVII, Indonesia.
Miller, J., & Seller, W. (1985). Curriculum perspective and practice. Longman.
Nurhayati, E., Respati, T., & Piliang, B. (2016). Pilihan karir lulusan Program Pendidikan Profesi Dokter Universitas Islam Bandung tahun 2015. Global Medical & Health Communication (GMHC), 4(2), 87–93. https://doi.org/10.29313/gmhc.v4i2.1827
Oliva, P. F., & Gordon, W. (2005). Developing the curriculum. Pearson.
Sarasvita, R. (2019). Psikologi dan kebijakan negara: Quo vadis? Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 4(1), 48–58. https://jurnal.ipkindonesia.or.id/index.php/jpki/article/view/jpki-4-1-2019-48
Sari, D. A. D. C. Y., Wijaya, D., & Purwandari, R. (2017). Hubungan persepsi mahasiswa tentang profesi keperawatan dengan motivasi melanjutkan Pendidikan Profesi Ners di PSIK Universitas Jember. E-Jurnal Pustaka Kesehatan, 5(3), 505–512. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/JPK/article/view/6159
Sarwono, S. W. (2001, Maret 2–3). Menuju Program Magister Psikologi (Profesi) [Makalah]. Lokakarya Nasional Pendidikan Psikologi di Indonesia, Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78. http://simkeu.kemdikbud.go.id/index.php/peraturan1/8-uu-undang-undang/12-uu-no-20-tahun-2003-tentang-sistem-pendidikan-nasional
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Delila Saskia Puspitarona

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




