Logo HIPKIN

Loading Experience

##navigation.skip##
Vol. 19 No. 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022 Mengembangkan kompetensi global melalui Model...
Articles 26 August 2022

Mengembangkan kompetensi global melalui Model Service Learning

YP
Yoga Adi Pratama SDN Harapan 1 Kota Cimahi, Indonesia
DOI https://doi.org/10.17509/jik.v19i2.44216

Abstract

Abad ke-21 dengan segala perkembangan teknologi dan globalisasinya berhasil menghilangkan sekat antar negara, budaya, dan ras, sehingga memaksa kita untuk hidup berdampingan dengan berbagai individu yang memiliki latar belakang yang berbeda. Meskipun begitu, tidak semua orang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perbedaan individu tersebut. Tujuan studi ini adalah mengkaji kompetensi global sebagai salah satu keterampilan yang dapat membantu orang-orang untuk hidup harmonis dengan suasana interkultural dan untuk menelisik inovasi pembelajaran model service learning dalam membangun kompetensi global. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis beberapa kajian yang berkaitan dengan topik pembahasan yaitu kompetensi global dan service learning. Peneliti menggunakan sumber data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa model service learning cocok untuk membangun kompetensi global peserta didik, karena sintak dalam model service learning yaitu preparation, action, reflection, dan celebration sesuai dengan indikator kompetensi global. Lebih lanjut, model service learning dipandang tepat karena model ini memberikan kesempatan peserta didik untuk melakukan aksi nyata dalam memberikan pelayanan di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah model service learning dipandang mampu menginternalisasikan kompetensi global karena model ini berbasis pelayanan yang akan membuat peserta didik bertindak secara nyata membuat solusi pelayanan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.

Keywords:
Abad ke-21 kompetensi global model service learning

References

Ackerman, P. L., & Kanfer, R. (2020). Work in the 21st century: New directions for aging and adult development. American Psychologist, 75(4), 486–498.
Al Hakim, L., & Anshori, S. H. (2021). Konektivitas hate speech, hoaks, media mainstream dan pengaruhnya bagi sosial Islam Indonesia. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(2), 149–168.
Becket, N., & Brookes, M. (2012). Developing global competencies in graduates. Journal of Hospitality, Leisure, Sport & Tourism Education, 11(1), 79–82.
Brody, N., & Vangelisti, A. L. (2017). Cyberbullying: Topics, strategies, and sex differences. Computers in Human Behavior, 75, 739–748.
Cahyadi, A., Hendryadi, Widyastuti, S., & Suryani. (2022). COVID-19, emergency remote teaching evaluation: The case of Indonesia. Education and Information Technologies, 27(2), 2165–2179.
Dichabeng, P., & Moalosi, R. (2016). Acquisition of graduate attributes through the service learning pedagogy: The case of the University of Botswana. Global Journal of Engineering Education, 18(2), 136–141.
Fajar, N., & Kurnia Putri, S. (2020). Pengaruh penerapan service learning berbasis flipped classroom terhadap kesadaran metakognitif dan literasi sains siswa. Bioeducasi: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains, 3(2), 75–84.
Felicia, F., & Loisa, R. (2018). Peran buzzer politik dalam aktivitas kampanye di media sosial Twitter. Koneksi, 2(2), 352–359.
Figiani, S., & Setiaji, K. (2019). Analisis kompetensi global calon guru ekonomi Universitas Negeri Semarang. Economic Education Analysis Journal, 8(1), 163–178.
Fikri, A. (2019). Pengaruh globalisasi dan era disrupsi terhadap pendidikan dan nilai-nilai keislaman. Sukma: Jurnal Pendidikan, 3(1), 117–136.
Gartland, S. (2021). Exploring elementary student perceptions of experiential learning within critical service-learning. Journal of Experiential Education, 44(1), 50–64.
Habys, B. A. (2017). Seni memahami penelitian kualitatif dalam bimbingan dan konseling: Studi literatur. Jurnal Konseling Andi Matappa, 1(2), 90–100.
Halimah, A., Suharti, S., & Ardita, N. A. (2021). Implementasi service learning terhadap kemampuan membaca dan menulis permulaan siswa SD/MI. Mimbar PGSD Undiksha, 9(2), 195–202.
Kasi, K., Sumarmi, S., & Astina, I. K. (2018). Pengaruh model pembelajaran service learning terhadap sikap peduli lingkungan. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 3(4), 437–440.
Kholisah, N., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Meningkatkan sikap toleransi antar sesama masyarakat di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 9021–9025.
Lewis, T. L. (2004). Service learning for social change? Lessons from a liberal arts college. Teaching Sociology, 32(1), 94–108.
Márquez-García, M. J., Kirsch, W., & Leite-Mendez, A. (2020). Learning and collaboration in pre-service teacher education: Narrative analysis in a service learning experience at Andalusian public schools. Teaching and Teacher Education, 96, 103187.
Nizar, Y. A., & Rofiqoh, Y. I. A. (2021). Komunikasi interkultural dan pluralitas toleransi antar umat beragama. Al-Munir: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 12(1), 1–14.
Nusanti, I. (2014). Strategi service learning sebuah kajian untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(2), 251–260.
Palili, S. (2018). Perkembangan masyarakat dalam dimensi pendidikan berbasis multikultural. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 199–227.
Prasetya, A., Retnasary, M., & Azhar, D. A. (2022). Pola perilaku bermedia sosial netizen Indonesia menyikapi pemberitaan viral di media sosial. Jdcode: Journal of Digital Communication and Design, 1(1), 1–12.
Rahman, M. M. (2019). 21st century skill 'problem solving': Defining the concept. Asian Journal of Interdisciplinary Research, 2(1), 64–74.
Rizki, A. M., & Djufri, R. A. (2020). Pengaruh efektivitas pembelajaran Bhinneka Tunggal Ika terhadap angka rasisme dan diskriminasi di Indonesia 2019. Vidya Samhita: Jurnal Penelitian Agama, 6(1), 19–32.
Rosyiddin, A. A. Z., Johan, R. C., & Mulyadi, D. (2022). Inovasi pembelajaran sebagai upaya menyelesaikan problematika pendidikan Indonesia. Inovasi Kurikulum, 19(1), 44–53.
Rumsiti, N., & Muslimah, M. (2021). Reaktualisasi term al-ikhwah melalui peace education guna merespon rasisme dalam dunia pendidikan. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 85–105.
Sälzer, C., & Roczen, N. (2018). Assessing global competence in PISA 2018: Challenges and approaches to capturing a complex construct. International Journal of Development Education and Global Learning, 10(1), 5–20.
Saprudin, S., Liliasari, L., Prihatmanto, A. S., & Setiawan, A. (2019). The potential of gamification in developing pre-service physics teachers' critical and creative thinking skills. Omega: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika, 5(1), 7–14.
Suryandari, K. C., Sajidan, S., Rahardji, S. B., Prasetyo, Z. K., & Fatimah, S. (2018). Project-based science learning and pre-service teachers' science literacy skill and creative thinking. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 37(3), 345–355.
Syamsuddha, S., & Tekeng, N. Y. (2017). Penerapan service learning dalam pembelajaran mata kuliah pedagogik pada kurikulum pendidikan calon guru. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 20(1), 1–17.
Wattimena, R. A. A. (2018). Kosmopolitanisme sebagai jalan keluar atas tegangan abadi antara neokolonialisme, radikalisme agama, dan multikulturalisme. Jurnal Ledalero, 17(1), 119–132.