Pengembangan E-Modul Sex Education sebagai penguatan pendidikan karakter pada mahasiswa

Authors

  • Asnur Lidayni Universitas Negeri Makassar
  • Arnidah Universitas Negeri Makassar
  • Citra Rosalyn Anwar Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.17509/jik.v19i2.45411

Keywords:

Pendidikan karakter, pendidikan seks, perguruan tinggi, sumber belajar

Abstract

Hasil observasi awal survei online mahasiswa fakultas ilmu pendidikan perwakilan angkatan 2021 bahwa dalam mendengar kata sex hanya diperkenalkan oleh lingkungan sekitar dan banyak mendapatkan informasi mengenai sex education melalui internet. Dari 45 responden berbagai media yang ditawarkan menyetujui sex education dapat diajarkan melalui e-modul bahkan banyak yang belum menyadari bahwa perilaku seksual mencerminkan pendidikan karakter kita. Peneliti ingin membuat dalam bentuk e-modul (teks, gambar, video) dan sex education harus dilengkapi dengan pendidikan karakter dikarenakan sebelumnya belum ada membuat penelitian sex education sebagai penguatan pendidikan karakter maupun dalam bentuk E-Modul. Tujuan dari pendidikan seksual bukan untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba hubungan seksual antara remaja, tetapi untuk mempersiapkan Remaja mengetahui tentang seksualitas dan konsekuensinya jika dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama dan adat istiadat serta mental dan materi kesiapan seseorang, Penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah model pengembangan S. Thiagarajan, et.al., model 3D yang terdiri atas tiga tahap yaitu: pendefinisian (define), tahap Perancangan (design), dan tahap pengembangan (development).

References

Asih, W. S. W. (2019). Pengembangan e-modul interaktif berbasis case (capture, solve and evaluation) pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok untuk sekolah menengah pertama tahun ajaran 2017/2018. Jurnal Pendidikan Matematika (JPM), 4(1), 24–31.

Banerjee, D., & Rao, T. S. (2020). Sexuality, sexual well being, and intimacy during COVID-19 pandemic: An advocacy perspective. Indian Journal of Psychiatry, 62(4), 418–426.

Brahmana, N. E., & Sitorus, M. E. J. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seks bebas pada remaja di Kecamatan Namorambe Kabupaten Deliserdang tahun 2015. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup, 2(2), 1–15.

Cacciatore, R., Korteniemi-Poikela, E., & Kaltiala, R. (2019). The steps of sexuality: A developmental, emotion-focused, child-centered model of sexual development and sexuality education from birth to adulthood. International Journal of Sexual Health, 31(3), 319–338.

Cindana, H. (2020). Menahan arus: Pandangan Aisyiyah terhadap polemik wacana poligami, keluarga berencana, dan jilbab, 1970-1991. Periode: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah, 2(1), 69–86.

Daramawan, D., Arnidah, A., & Nurhikmah, N. (2021). Pengembangan buku cerita inspiratif penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal 3S (Sipakainge', Sipakalebbi', Sipakatau) untuk mahasiswa jurusan TP FIP UNM. Jurnal of Education, Technology, Curriculum, Learning, and Communication, 1(4), 192–197.

Dhiu, K. D., & Bate, N. (2017). Pentingnya pendidikan karakter di perguruan tinggi: Kajian teoritis praktis. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 1(11), 172–176.

Elvarita, A., Iriani, T., & Handoyo, S. S. (2020). Peningkatan materi pelajaran mekanika tanah. JPensil, 9(1), 1–7.

Ernica, S. Y., & Hardeli, H. (2019). Validitas dan praktikalitas e-modul sistem koloid berbasis pendekatan saintifik. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 1(4), 812–820.

Faswita, W., & Suarni, L. (2018). Hubungan pendidikan seks dengan perilaku seksual pada remaja putri di SMA Negeri 4 Binjai tahun 2017. Jumatik: Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan, 3(2), 28–45.

Fauzi, H. (2020). Strategi pendidikan karakter di perguruan tinggi. At-Ta'lim: Kajian Pendidikan Agama Islam, 2(1), 60–77.

Febriagiyary, A. H. (2021). Mengenalkan pendidikan seksualitas untuk anak usia dini melalui metode bernyanyi. Jurnal Care (Children Advisory Research and Education), 8(2), 11–19.

Gaol, S. M. M. L., & Stevanus, K. (2019). Pendidikan seks pada remaja. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 2(2), 325–343.

Irsyad, M. (2019). Pendidikan seks untuk anak usia dini: Tindakan pendampingan dan pencegahan. Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5(1), 73–86.

Lestari, N. (2018). Prosedural mengadopsi model 4D dari Thiagarajan suatu studi pengembangan LKM bioteknologi menggunakan model PBL bagi mahasiswa. Jurnal Ilmiah Teknologi FST Undana, 12(2), 18–23.

Mahendradhani, G. A. A. R. (2020). Pendidikan seks bagi anak sejak dini perspektif gender sebagai bentuk kemandirian dalam lingkungan sosial. Sphatika: Jurnal Teologi, 11(1), 97–104.

Muhibah, S. (2020). Model pengembangan pendidikan karakter melalui pendidikan agama di perguruan tinggi: Studi kasus di Universitas Serang Raya. Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 18(1), 54–69.

Nurhikmah, H., Hakim, A., & Wahid, M. S. (2021). Interactive e-module development in multimedia learning. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 13(3), 2293–2300.

Puspitasari, R., Hamdani, D., & Risdianto, E. (2020). Pengembangan e-modul berbasis HOTS berbantuan flipbook marker sebagai bahan ajar alternatif siswa SMA. Jurnal Kumparan Fisika, 3(3), 247–254.

Putri, D. P. (2018). Pendidikan karakter pada anak sekolah dasar di era digital. Ar-Riyayah: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 37–50.

Riwanti, R., & Hidayati, A. (2019). Pengembangan modul pembelajaran tematik berbasis pendidikan karakter di kelas V sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 3(2), 572–581.

Rusdi, M., Mahmud, M. N., Hanafy, M. S., & Yaumi, M. (2017). Pelaksanaan pendidikan karakter di SMK Negeri 4 Makassar. Jurnal Diskursus Islam, 5(3), 527–547.

Salsabilah, A. S., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2021). Peran guru dalam mewujudkan pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7158–7163.

Suhsmi, N. C., & Ismet, S. (2021). Materi pendidikan seks bagi anak usia dini. Jurnal Golden Age, 5(1), 164–174.

Tampubolon, G. N., Nurani, Y., & Meilani, S. M. (2019). Pengembangan buku pendidikan seksual anak usia 1-3 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 527–536.

Wahidin, U. (2017). Pendidikan karakter bagi remaja. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 2(3), 256–269.

Widiastuti, N. L. G. K. (2021). E-modul dengan pendekatan kontekstual pada mata pelajaran IPA. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 5(3), 435–445.

Wijaya, R. M., & Arsal, T. (2021). Bentuk sex education orang tua pada remaja di Desa Kalireja, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 10(2), 231–240.

Winatha, K. R. (2018). Pengembangan e-modul interaktif berbasis proyek mata pelajaran Simulasi Digital. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 15(2), 188–199.

Wulandari, R., & Suteja, J. (2019). Konseling pendidikan seks dalam pencegahan Kekerasan Seksual Anak (KSA). Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 2(1), 61–82.

Yodha, A. S., Abidin, Z., & Adi, E. P. (2019). Persepsi mahasiswa terhadap pelaksanaan e-learning dalam mata kuliah Manajemen Sistem Informasi mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 2(3), 181–187.

Yudia, S. M., Cahyo, K., & Kusumaati, A. (2018). Perilaku seksual pranikah pada mahasiswa kost (studi kasus pada perguruan tinggi "X" di wilayah Jakarta Barat). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 819–825.

Published

2022-08-26

How to Cite

Lidayni, A., Arnidah, A., & Anwar, C. R. (2022). Pengembangan E-Modul Sex Education sebagai penguatan pendidikan karakter pada mahasiswa. Inovasi Kurikulum, 19(2), 263-276. https://doi.org/10.17509/jik.v19i2.45411

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 250

You may also start an advanced similarity search for this article.