Arikunto, S. (1999). Manajemen berbasis sekolah, bentuk inovasi mutakhir dalam penyelenggaraan sekolah. Dinamika Pendidikan, 6(1), 45-54.
Chaeruman, U. A. (2020). Ruang belajar baru dan implikasi terhadap pembelajaran di era tatanan baru. Kwangsan, 8(1), 142-153.
Chikungwa, M. T., & Jonsson, K. (2002). The need for peri-operative supplemental oxygen. Central African Journal of Medicine 48,5-6.
Dakhi, O., Jama, J., Irfan, D., Ambiyar, & Ishak, I. (2020). Blended learning: A 21st century learning model at college. International Journal of Multi Science, 1(7), 50-65.
Desfandi, M. (2014). Urgensi kurikulum pendidikan kebencanaan berbasis kearifan lokal di Indonesia. Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal, 1(2), 191-198.
Devianto, A., Soebiyanto, AA., & Wujoso, H. (2014). Perbedaan self assessment dan peer assessment terhadap kompetensi pemasangan infus ditinjau dari motivasi. Journal of Health, 1(1), 46-53.
Diana, R. C., Kuswandi, D., & Ulfa, S. (2019). Konsep pembelajaran TRINGO pada mata kuliah model pengembangan kurikulum. JKTP: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 2(2), 90-95.
Green, B. N., Johnson, C. D., & Adams, A. (2006). Writing narrative literature reviews for peer-reviewed journals: Secrets of the trade. Journal of Chiropractic Medicine, 5(3), 101-117.
Hadi, S., Andrian, D., & Kartowagiran, B. (2019). Evaluation model for evaluating vocational skills programs on local content curriculum in Indonesia: Impact of educational system in Indonesia. Eurasian Journal of Educational Research, 19(82), 45-62.
Kamza, M., Husaini, & Ayu, I. L. (2021). Pengaruh metode pembelajaran diskusi dengan tipe Buzz Group terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Jurnal Basicedu, 5(5), 4120-4126.
Kartika, T. (2016). Verbal communication culture and local wisdom: The value civilization of Indonesia nation. Lingua Cultura, 10(2), 89-93.
Khamid, F., & Adib, H. (2021). Pembentukan karakter siswa melalui Pengembangan kurikulum muatan lokal aswaja. Jurnal Bilqolam Pendidikan Islam, 2(2), 66-82.
Koehler, M., & Mishra, P. (2009). What is Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 9(1), 60-70.
Kuswandi, D. (2017). Model pembelajaran IPS yang menggunakan unsur-unsur penting kehidupan nyata masyarakat sebagai sumber belajar. Edcomtech Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1(1), 49-58.
Mansur, N. (2012). Urgensi kurikulum muatan lokal dalam pendidikan. Jurnal Ilmiah Didaktika: Media Ilmiah Pendidikan dan Pengajaran, 13(1), 68-79.
Marliana, M., & Hikmah, N. (2013). Pendidikan berbasis muatan lokal sebagai sub komponen kurikulum. Dinamika Ilmu, 13(1), 105-119.
Ma’unah, S. T., Ulfa, S., & Adi, E. P. (2020). Pengembangan kurikulum muatan lokal sebagai upaya pelestarian budaya seni musik Hadrah Al-Banjari. Jinotep (Jurnal Inovasi dan Teknologi Pembelajaran): Kajian dan Riset dalam Teknologi Pembelajaran, 7(1), 42-48.
Meliono, I. (2011). Understanding the Nusantara thought and local wisdom as an aspect of the Indonesian education. Tawarikh, 2(2), 221-234.
Mukarromah, I. (2016). Pelaksanaan kurikulum adaptif di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi di Sekolah Dasar Negeri Giwangan Yogyakarta. Jurnal Student UNY, 5(9), 908-917.
Mukhlason, M. (2016). Pengembangan kurikulum muatan lokal seni Hadrah Pasuruan. At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah, 4(1), 1-20.
Musanna, A. (2009). Pengembangan kurikulum muatan lokal dalam konteks pendidikan di Aceh. Jurnal Pendidikan, 10(2), 1-12.
Nasir, M. (2013). Pengembangan kurikulum muatan lokal dalam konteks pendidikan islam di madrasah. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 10(1), 1-18.
Nurkayati, S. (2021). Implementasi kurikulum muatan lokal berbasis pesantren di SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 2(4), 318-329.
Pesurnay, A. J. (2018). Local wisdom in a new paradigm: Applying system theory to the study of local culture in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 175(1), 1755-1315
Prastiwi, Y. (2013). Transmitting local cultural knowledge through English as Foreign Language (EFL) Learning as a means of fostering “Unity in Diversity”. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 2(3), 507-514.
Susilana, R., & Hernawan, A. H. (2018). Developing local content curriculum in Kepulauan Riau Province. ICES 2017, 1, 382-385.
Syafi, I., & Rosyidah, L. (2022). Model pengembangan kurikulum adaptif pada sekolah. Jurnal Penelitian Medan Agama, 13(2), 67-72.
Syaifuddin, M. A., & Fahyuni, E. F. (2019). Penguatan pendidikan karakter melalui kurikulum muatan lokal di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Palapa, 7(2), 267-285.
Tegeh, I. M., & Kirna, I. M. (2013). Pengembangan bahan ajar metode penelitian pendidikan dengan ADDIE model. Jurnal Ika, 11(1), 12-26.
Thaariq, Z. Z. A., Kuswandi, D., Diana, R. C., & Shelinawati, U. (2019). Factors that influence student achievement (Mawapres) in learning motivation. JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran), 26(2), 60-65.
Thaariq, Z. Z. A., & Wedi, A. (2020). Model Adaptive Blended Curriculum (ABC) sebagai inovasi kurikulum dalam upaya mendukung pemerataan pendidikan. Jurnal Kiprah, 8(2), 91-104.
Thaariq, Z. Z. A., Wijanarko, D. A., & Kuswandi, D. (2021). Desain elaborasi dengan pendekatan TRINGO Ki Hadjar Dewantara dalam bangunan pembelajaran digital. Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran, 1(1), 300-313.
Triasmanto, M., & Dewi, L. (2019). Analisis terhadap faktor-faktor determinan dalam implementasi kurikulum muatan lokal. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 12(1), 1-13.
Ward, M., Gruppen, L., & Regehr, G. (2002). Measuring self-assessment: Current state of the art. Advances in Health Science Education, 7, 63-80.