Logo HIPKIN

Loading Experience

##navigation.skip##
Vol. 23 No. 3 (2026): Inovasi Kurikulum, August 2026 Implementation of the Kurikulum Merdeka in...
Articles 21 August 2026

Implementation of the Kurikulum Merdeka in informatics learning and strengthening digital literacy

IS
Ilyas Saputra Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
DOI https://doi.org/10.64014/jik.v23i3.722

Abstract

Kurikulum Merdeka is one strategy for improving skills needed in the 21st century. This study aims to analyze the implementation of the Kurikulum Merdeka in Informatics learning and examine how the role of school libraries can be optimized as strategic partners in supporting digital-based education. This study focuses on SMP Negeri 12 Bandung as a case study. This research uses a descriptive qualitative method through a case study approach, with data collected through observation, interviews, and literature review. The results show that the school has implemented the Kurikulum Merdeka collaboratively, making Informatics a compulsory subject, applying a project-based approach, and utilizing digital platforms. Challenges such as limited devices, the lack of a dedicated laboratory, and internet access are addressed by teachers through adaptive strategies. The library plays a strategic role as a provider of physical and digital learning resources and in curriculum development. However, the utilization of digital resources in the library still needs to be optimized. The implementation is considered progressive, although ongoing collaboration and strengthening the role of libraries are needed to support digital literacy more effectively.

 

Abstrak

Kurikulum Merdeka menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Informatika serta menelaah bagaimana peran perpustakaan sekolah dapat dioptimalkan sebagai mitra strategis dalam mendukung pendidikan berbasis digital. Studi ini difokuskan pada SMP Negeri 12 Bandung sebagai studi kasus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara kolaboratif, menjadikan Informatika sebagai mata pelajaran wajib, serta menerapkan pendekatan berbasis proyek dan memanfaatkan platform digital. Tantangan seperti keterbatasan perangkat, ketiadaan laboratorium khusus, dan akses internet diatasi oleh guru melalui strategi adaptif. Perpustakaan berperan strategis sebagai penyedia sumber belajar fisik dan digital, serta turut berperan dalam pengembangan kurikulum. Namun, pemanfaatan sumber daya digital di perpustakaan masih perlu dioptimalkan. Implementasi dinilai progresif, meski dibutuhkan kolaborasi berkelanjutan dan penguatan peran perpustakaan untuk mendukung literasi digital secara lebih efektif.

Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; literasi digital; pembelajaran informatika

Keywords:
digital literacy informatics learning Kurikulum Merdeka

References

Agustina, E. S. (2023). Paradigma pembelajaran bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka. Seminar Nasional Literasi Prodi PBSI FPBS UPGRIS, 5(1), 888-907.
Ali, M. K., & Hasanah, A. (2023). Penerapan Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Informatika siswa kelas X 1 SMA Negeri 1 Tambangan. IJESPG (International Journal of Engineering, Economic, Social Politic and Government), 1(3), 50-56.
Alina, H., Arbain, R., & Tualeka, E. (2025). Peran manajemen berbasis sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan studi literatur komprehensif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(1), 295-302.
Anas, M., Mawarwati, M., Umar, U., Hidayah, N., & Marianti, F. (2024). Optimalisasi pemahaman dan keterampilan guru dalam pengembangan modul ajar Kurikulum Merdeka. Jurnal Kemitraan Masyarakat, 1(4), 54-66.
Arifin, B., & Mu’id, A. (2024). Pengembangan kurikulum berbasis keterampilan dalam menghadapi tuntutan kompetensi abad 21. Daarus Tsaqofah Jurnal Pendidikan Pascasarjana Universitas Qomaruddin, 1(2), 118-128.
Budiana, I. (2024). Inovasi dalam pengembangan kurikulum pendidikan. Jurnal pendidikan dan Pengajaran, 2(2), 433-450.
Cecep, C., & Rohmanudin, A. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kreativitas siswa di sekolah dasar. Jurnal Primary Edu, 2(1), 13-28.
Cholilah, M., Tatuwo, A. G. P., Rosdiana, S. P., & Fatirul, A. N. (2023). Pengembangan Kurikulum Merdeka dalam satuan pendidikan serta implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran abad 21. Sanskara Pendidikan dan Pengajaran, 1(2), 56-67.
Chowdhury, A., & Shil, N. C. (2021). Thinking “qualitative” through a case study: Homework for a researcher. American Journal of Qualitative Research, 5(2), 190-210.
Hartati, L., & Nahda, M. (2025). Kurikulum literasi digital: Fondasi untuk masa depan berkelanjutan. Journal Education, Sociology and Law, 1(1), 1-18.
Huda, N. (2017). Manajemen pengembangan kurikulum. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 52-75.
Junaedi, M., Thohirin, A., & Wahyudi, M. F. (2026). Kepemimpinan transformasional kepala sekolah: Kunci meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP), 15(1), 22-31.
Khoiri, A., Mastiah, M., & Mardiana, M. (2022). Literasi digital bagi guru dan calon guru sekolah dasar sebagai penunjang pembelajaran dan penelitian. Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 87-94.
Kusmanto, K., Hidayatullah, M., Suryani, S., & Rindaningsih, I. (2023). Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah menengah pertama. Jendela PLS, 8(2), 173-181.
Lilihata, S., Rutumalessy, S., Burnama, N., Palopo, S. I., & Onaola, A. (2023). Penguatan Profil Pelajar Pancasila dimensi kreatif dan bernalar kritis pada era digital. Didaxei, 4(1), 511-523.
Mangasak, A., Ervianti, E., & Gasong, D. (2025). Pengembangan modul pembelajaran berbasis digital pada mata pelajaran Informatika kelas VIII di SMP Kristen Kandora. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 8(3), 1565-1575.
Mardiana, M., & Emmiyati, E. (2024). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran: evaluasi dan pembaruan. Jurnal Review Pendidikan Dasar: Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian, 10(2), 121-127.
Marwa, N. W. S., Usman, H., & Qodriani, B. (2023). Persepsi guru sekolah dasar terhadap mata pelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka. Metodik Didaktik, 18(2), 54-64.
Meriatami, A. Z., Indrasari, N. T., Anggoro, B. K., & Wirawan, I. M. (2024). Inovasi pembelajaran informatika di sekolah menengah pertama: tinjauan publikasi 2023-2024. Journal of Innovation and Teacher Professionalism, 3(2), 325-332.
Muntazah, S., Astuti, R., & Basysyar, F. M. (2024). Analisis sentimen implementasi Kurikulum Merdeka tingkat SMP di Kabupaten Ciamis menggunakan algoritma Naïve Bayes. Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan (Jentik), 2(1), 06-20.
Nabilah, B., Zakir, S., Murtiyastuti, E., & Mubaraq, R. I. (2022). Analisis penerapan mata pelajaran Informatika dalam implementasi Kurikulum Merdeka tingkat SMP. PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 1(1), 109-118.
Nasution, T. (2025). Implementasi manajemen berbasis madrasah (studi kasus Malaysia dan Indonesia). Research and Development Journal of Education, 11(1), 390-403.
Oktavia, D., Habibah, N., Balti, L., & Kurniawan, R. (2023). Kurikulum Merdeka dan pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Jurnal Muara Pendidikan, 8(1), 257-265.
Priya, A. (2021). Case study methodology of qualitative research: key attributes and navigating the conundrums in its application. Sociological Bulletin, 70(1), 94-110.
Rany, R. M., Lusiana, E., & Perdana, F. (2025). Peran literasi digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis di era teknologi informasi. Philosophiamundi, 3(4), 47-56.
Sabrina, A. R. (2018). Literasi digital sebagai upaya preventif menanggulangi hoax. Communicare: Journal of Communication Studies, 5(2), 31-46.
Sadieda, L. U., Wahyudi, B., Kirana, R. D., Kamaliyyah, S., & Arsyavina, V. (2022). Implementasi model blended learning pada pembelajaran Matematika berbasis Kurikulum Merdeka. JRPM (Jurnal Review Pembelajaran Matematika), 7(1), 55-72.
Siregar, J., & Sitorus, L. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan profesionalisme guru UPTD SMP Negeri 1 Air Batu. Abdimas Mandiri-Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 65-69.
Suhartono, S., Marlina, M., Suwandi, S., & Permana, D. (2024). Analisis faktor lingkungan keluarga dalam membentuk kemandirian belajar siswa. Al-I'tibar: Jurnal Pendidikan Islam, 11(3), 232-241.
Sulispala, N. S., Jannah, M. H., Putra, M. J. A., & Sari, M. Y. (2025). Peran guru dalam mengintegarsi teknlogi pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 10(1), 22-31.
Supriyati, E., & Antikasari, T. W. (2025). Optimalisasi peran perpustakaan dalam implementasi literasi digital di perguruan tinggi. Jurnal Kepustakawanan Indonesia, 1(1), 1-16.
Susilowati, D., Ria, R. R. P., Anggriani, R., Salsabila, S. I., Aditia, R., & Aziz, F. (2024). Peningkatan kompetensi guru STEM dalam pembelajaran Informatika berbasis HOTS dan computational thinking guna mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di MTsN I Mataram. Journal of Community Development, 5(3), 507-516.
Sutrisna, I. P. G. (2020). Gerakan literasi digital pada masa pandemi COVID-19. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 8(2), 269-283.