Logo HIPKIN

Loading Experience

##navigation.skip##
Vol. 23 No. 4 (2026): Inovasi Kurikulum, November 2026 Global lessons from the 2026 GEM report for...
Articles 27 November 2026

Global lessons from the 2026 GEM report for Indonesia's Zonasi access policy

MD
Muhammad Fikri Darmawan Universitas Islam Jember, Indonesia
DB
Dihliza Basya Universitas Islam Jember, Indonesia
NI
Natasya Wafiqotul Ilmiyah Universitas Islam Jember, Indonesia
DOI https://doi.org/10.64014/jik.v23i4.773

Abstract

The 2026 Global Education Monitoring (GEM) Report, Access and Equity: Countdown to 2030, and its companion SDG 4 Scorecard report that 273 million children and youth remain out of school and that completion-rate growth has been uneven across countries, shaped less by resource levels than by policy coherence and sustained commitment to equity. This study examines what these findings imply for zonasi (school zoning), Indonesia's national education policy on public-school admission. Using descriptive-comparative document analysis of secondary sources, it reviews the 2026 GEM Report, the SDG 4 Scorecard, the UNESCO World Inequality Database on Education (WIDE), and peer-reviewed studies on education-access policy in Indonesia, East Africa, Sub-Saharan Africa, and Pakistan. The results show that within-country gaps of up to 70 percentage points by household wealth and 62 points by rural-urban location persist where formal access mechanisms exist, and that only about one in ten countries combines SDG 4 target-setting with equity-focused financing. Decentralization, targeted financing, and infrastructure investment narrow these gaps only under specific complementary conditions. Zonasi therefore functions as a formal access instrument whose equity effect depends on facility distribution, assessment reliability, admission-pathway coherence, and subsidy targeting. The study derives contextual policy recommendations for Indonesia ahead of 2030.

 

Abstrak

Laporan Global Education Monitoring (GEM) 2026, Access and Equity: Countdown to 2030, beserta SDG 4 Scorecard 2026 mencatat bahwa 273 juta anak dan remaja masih belum bersekolah dan bahwa pertumbuhan angka penyelesaian pendidikan yang timpang antarnegara lebih ditentukan oleh koherensi kebijakan dan komitmen jangka panjang terhadap pemerataan daripada oleh tingkat sumber daya. Penelitian ini mengkaji implikasi temuan tersebut bagi zonasi, yakni kebijakan pendidikan nasional Indonesia dalam penerimaan peserta didik di sekolah negeri. Dengan analisis dokumen deskriptif-komparatif terhadap sumber sekunder, penelitian ini menelaah Laporan GEM 2026, SDG 4 Scorecard, UNESCO World Inequality Database on Education (WIDE), serta studi ilmiah tentang kebijakan akses pendidikan di Indonesia, Afrika Timur, Afrika Sub-Sahara, dan Pakistan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesenjangan di dalam negara hingga 70 poin persentase berdasarkan kesejahteraan rumah tangga dan 62 poin berdasarkan lokasi desa-kota tetap bertahan meskipun mekanisme akses formal tersedia, dan hanya sekitar satu dari sepuluh negara yang memadukan penetapan target SDG 4 dengan pembiayaan yang berorientasi pada pemerataan. Desentralisasi, pembiayaan terarah, dan investasi infrastruktur hanya akan mempersempit kesenjangan jika disertai dengan kondisi pendukung tertentu. Zonasi merupakan instrumen akses formal yang dampaknya terhadap pemerataan bergantung pada sebaran fasilitas, keandalan asesmen, koherensi jalur penerimaan, dan ketepatan sasaran subsidi. Penelitian ini merumuskan rekomendasi kebijakan yang kontekstual bagi Indonesia menjelang tahun 2030.

Kata Kunci: desentralisasi pendidikan; kebijakan pendidikan komparatif; pemerataan pendidikan; zonasi sekolah

Keywords:
comparative education policy education decentralization educational equity school zoning

References

Abukar, B. Y., & Warsame, A. A. (2026). The determinants of school participation among children aged 6-18 years in Somalia: Empirical evidence from linear probability and Logit models. Social Sciences & Humanities Open, 13(1), 1-10.
Adan, M. Y., & Ahmed, S. A. (2026). Decentralized education in Somalia: Lessons from East African models. Cogent Education, 13(1), 1-12.
Andayani, S. L., & Lourensius, N. (2026). Strategi penerimaan murid baru berbasis asesmen daerah di Kota Yogyakarta. Ideguru, 10(3), 2428-2436.
Anggitasari, K., Setiaji, C. A., & Rinawati, A. (2025). Pengaruh sistem zonasi, afirmasi, dan prestasi terhadap motivasi belajar kelas X SMA Negeri 8 Purworejo. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 8(3), 1-12.
Arlinwibowo, J., Martono, S. F., Ulumudin, I., Waruwu, H., Yufridawati, Y., Murdiyaningrum, Y., ... & Khang, B. L. T. (2024). Changing images of favorite schools after the student admission system reform in Indonesia. REID (Research and Evaluation in Education), 10(2), 199-213.
Asananjaya, M. H., Pamardhi-Utomo, R., & Miladan, N. (2022). Pendekatan keruangan tingkat pemerataan sekolah menengah atas negeri terhadap implementasi kebijakan zonasi pendidikan di Kabupaten Temanggung. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 17(2), 482-499.
Austrian, K., Soler-Hampejsek, E., Kangwana, B., Wado, Y. D., Abuya, B., & Maluccio, J. A. (2021). Impacts of two-year multisectoral cash plus programs on young adolescent girls' education, health and economic outcomes: Adolescent Girls Initiative-Kenya (AGI-K) randomized trial. BMC Public Health, 21(1), 1-23.
Azalia, A., Lerian, D. P., Taufik, E., Izzah, S. N., Nugraha, S., & Arya, G. Z. (2023). Systematic literature review: Curriculum development principle. Curricula: Journal of Curriculum Development, 2(1), 141-154.
Baird, S., Ferreira, F. H. G., Özler, B., & Woolcock, M. (2013). Relative effectiveness of conditional and unconditional cash transfers for schooling outcomes in developing countries: A systematic review. Campbell Systematic Reviews, 9(1), 1-124.
Biliaminu, B. M., Olaniyan, M. F., Odegbemi, C. D., & Odegbemi, O. B. (2026). The impact of learning management systems stimulated by the COVID-19 pandemic on SDG 4 in Nigeria: Quality education. Discover Education, 5(1), 1-9.
Chikoko, V., & Mthembu, P. (2020). Financing primary and secondary education in sub-Saharan Africa: A systematic review of literature. South African Journal of Education, 40(4), 1-9.
Coleman, J. S. (1968). The concept of equality of educational opportunity. Harvard Educational Review, 38(1), 7-22.
Dewi, A. U. (2021). Curriculum reform in the decentralization of education in Indonesia: Effect on students' achievements. Cakrawala Pendidikan: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 40(1), 158-169.
Gifari, M. K., & Arifin, Z. (2024). Literature review: Evaluation of the Kurikulum Merdeka using the CIPP model. Inovasi Kurikulum, 21(3), 1747-1762.
Hamza, S. M., & Cochrane, L. (2026). Conditional cash transfers and educational inequality in Pakistan. Discover Education, 5(1), 1-22.
Homdijah, O. S., Maryanti, R., Susetyo, B., Heryati, E., Ratnengsih, E., & Tanbrin, N. N. I. (2026). Assistance for individualized education programs for children with special needs at special education schools in Kuningan Regency. Inovasi Kurikulum, 23(1), 233-244.
Iscahyono, A. F., Putri, S. C., & Safitri, N. D. (2026). Persebaran fasilitas pendidikan sekolah menengah pertama negeri dan keterjangkauannya terhadap kawasan permukiman di Kota Bandung. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 22(1), 88-104.
Kasiati, K., Muljono, H., & Kusumawati, E. (2021). Evaluasi implementasi PPDB zonasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SMPN 107 Jakarta. Jurnal Administrasi Pendidikan, 18(1), 17-30.
Kasman, K., & Firdaus, F. (2025). Challenges in the implementation of the local content curriculum in urban schools. Inovasi Kurikulum, 22(3), 1715-1726.
Kipkosgei, S. P. (2026). Quantifying the impact of digital access on learning outcomes: Evidence from marginalized regions in Sub-Saharan Africa. The Journal of Quality in Education, 16(27), 198-223.
Kutbi, M. A. (2023). Sistem zonasi dan implikasinya terhadap sustainibilitas mutu pendidikan di SMAN 1 Narmada. Palapa: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan, 11(2), 816-836.
Manrique, P. C. J. (2026). Comparative policy analysis of the universal access to quality tertiary education act in the Philippines to improve equity, quality, and governance. Discover Education, 5(1), 1-36.
Meggy, H., Santoso, Y. B., Fatimatuzzahra, A., Ningsih, K. N., Febrianti, A. Z., Fajrin, N. C., & Khairunnisa, W. A. (2026). Educational service quality in Juvenile Detention Centers: Inclusivity and national standards. Inovasi Kurikulum, 23(1), 153-166.
Nurdiansyah, N. M., & Hudriyah. (2021). Policy and implementation of education management based on madrasah. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1), 14-27.
Puspitasari, E. (2025). SDGs-based adaptive curriculum model to improve education quality in the digital age. Inovasi Kurikulum, 22(1), 1-12.
Putri, I., Yulianto, & Meutia, I. F. (2021). Role of actors in the implementation of school zoning system policy. Journal of Research, Policy and Practice of Teachers & Teacher Education, 11(2), 59-73.
Sidik, F. (2024). Pelaksanaan kebijakan zonasi sekolah dan dampaknya terhadap kualitas sekolah pada jenjang sekolah menengah pertama: Studi kasus di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 24(1), 47-56.
Sihombing, E. N. A. M., & Hadita, C. (2021). Persamaan hak atas pendidikan terhadap penerapan sistem zonasi. Jurnal HAM, 12(2), 179-192.
Syakarofath, N. A., Sulaiman, A., & Irsyad, M. F. (2020). Kajian pro kontra penerapan sistem zonasi pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(2), 115-130.
Tarbiyah, S., Mahfudza, F. Z., Putri, N. A., Ningrum, D. K., & Nabillah, Y. T. (2025). Analyzing the implementation of K13 and Kurikulum Merdeka: Students' perceptions. Curricula: Journal of Curriculum Development, 4(1), 255-272.
Valdés, N. (2026). From dropout to classroom: The role of Mexico's PROGRESA education grants in reenrollment. Education Sciences, 16(2), 1-17.