Pengembangan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran kimia
DOI:
https://doi.org/10.17509/jik.v5i1.35628Keywords:
model pembelajaran sains teknologi masyarakat, pembelajaran kimiaAbstract
Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan di kelas X SMA sebagai dasar peletakan ilmu untuk pengembangan selanjutnya. Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Dari hasil kajian teoritis dan studi lapangan yang diperkuat dengan temuan-temuan dalam uji coba terbatas, dihasilkan pengembangan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran kimia SMA. Model yang dikembangkan merupakan modifikasi dari model pembelajaran sains teknologi masyarakat dari Prof. Anna Poedjiadi yang terdiri dari lima tahapan pembelajaran, yaitu: 1) Pendahuluan, 2) Pembentukan dan pengembangan konsep, 3) Aplikasi konsep dalam kehidupan, 4) Pemantapan konsep, dan 5) Penilaian. Hasil pengolahan data pada uji coba luas yang dilaksanakan di tiga sekolah menunjukkan 1) baik guru maupun siswa memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan model pembelajaran sains teknologi masyarakat dalam pembelajaran kimia SMA, 2) terjadi peningkatan yang signifikan pada hasil pascates jika dibandingkan dengan hasil prates, baik pada kelompok kelas eksperimen maupun pada kelompok kelas kontrol, namun demikian pada kelompok kelas eksperimen, peningkatan hasil tes tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok kelas kontrol dengan perbedaan yang signifikan.
References
Berk, L. E. (2003). Child development (6th ed.). Allyn and Bacon.
Depdiknas. (2006). Panduan penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah. BSNP.
Gall, M. D., & Borg, W. R. (1979). Educational research: An introduction (3rd ed.). Longman.
Holbrook, J. (2005). Making chemistry teaching relevant. Chemical Education International, 6(1), 1–12.
Lemlech, J. K. (1994). Curriculum and instructional methods for the elementary and middle school (3rd ed.). Macmillan College Publishing.
Mudzakir, A. (2005). Chemie im Kontext (Konsepsi inovatif pembelajaran kimia di Jerman). Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia II.
NSTA. (1990). Science technology society: A new effort for providing appropriate science for all. http://www.NSTA.org/about/position
Poedjiadi, A. (1994). Konsep STS dan pengembangannya berdasarkan kurikulum sekolah [Makalah]. Seminar PPPG.
Poedjiadi, A. (2005). Sains teknologi masyarakat: Model pembelajaran kontekstual bermuatan nilai. Remaja Rosdakarya.
Rusman. (2008). Manajemen kurikulum (Seri manajemen sekolah bermutu). SPs UPI.
Sagala, S. (2006). Konsep dan makna pembelajaran. Alfabeta.
Sanjaya, W. (2006). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Shrum, S. M. (1998). Symposium: Science Technology Society reform in high school chemistry in Mexico-USA-Canada. Educación Química, 9(6), 326–332.
Sugiyono. (2007). Statistika untuk penelitian. Alfabeta.
Sukmadinata, N. S. (2005a). Landasan psikologi proses pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Sukmadinata, N. S. (2005b). Metode penelitian pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Suparno, P. (1997). Filsafat konstruktivisme dalam pendidikan. Kanisius.
Triton, P. B. (2006). SPSS 13.0 terapan riset statistik parametrik. Andi.
Wiesenmayer, R., & Rubba, P. (1999). The effect of STS issue investigation and action instruction versus traditional life science instruction on seventh grade students' citizenship behaviors. Journal of Science Education and Technology, 8(2), 137–144.
Wikipedia. (2007). Science Technology Society and Environment Education. http://en.wikipedia.org/wiki/science_technology_society.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2008 M. Tohir Karjono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


