Evaluasi implementasi KTSP pada aspek kompetensi pengelolaan pembelajaran di SMK

Authors

  • Sunarto Halim Untung

DOI:

https://doi.org/10.17509/jik.v5i1.35626

Keywords:

competence, curriculum evaluation, ktsp

Abstract

Kurikulum senantiasa direvisi untuk mewujudkan kurikulum yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan zaman, serta memberikan guideline atau acuan bagi penyelenggaraan pembelajaran di satuan pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat, dan peserta didik. KTSP akan membuat guru semakin kreatif, karena mereka dituntut harus merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Pada pelaksanaannya masih timbul hambatan pelaksanaan KTSP di sekolah pada unsur guru. Implementasi KTSP masih diwarnai minimnya sosialisasi dan persiapan guru. Timbul pertanyaan bagaimana mungkin KTSP berhasil diterapkan di sekolah jika para guru masih belum memahami konsep, substansi, dan mekanisme pelaksanaan KTSP. Jika masalah ini dibiarkan maka akan sia-sia apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dan penentu kebijakan pendidikan, sehingga dalam konteks ini perlu dipahami bahwa pentingnya sebuah kesiapan yang harus dimiliki guru. Permasalahan di atas, diteliti melalui evaluasi implementasi KTSP pada aspek kompetensi pengelolaan pembelajaran menggunakan model perbandingan antara standar evaluasi dengan hasil observasi (standard vs observe). Subjek penelitian adalah guru Mata Diklat Teknik Gambar Mesin di SMKN 2 Bandung. Instrumen penelitian berupa: observasi, wawancara dan studi dokumentasi yang perangkatnya di-judgment oleh ahlinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat kelompok guru dibandingkan dengan rambu-rambu petunjuk penyusunan RPP yang terdapat pada dokumen KTSP, diperoleh ketercapaian 33% dibandingkan standar aspek perencanaan pembelajaran menurut KTSP di SMK. Pelaksanaan pembelajaran diperoleh ketercapaian 52,371%. Sedangkan pengelolaan pembelajaran secara utuh diperoleh ketercapaian 60,175%.

 

References

Arikunto, S. (1999). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Bumi Aksara.

Depdiknas. (2007a). Materi sosialisasi dan pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Departemen Pendidikan Nasional.

Depdiknas. (2007b). Standar kompetensi guru. Departemen Pendidikan Nasional.

Febiyani. (2003). Pengembangan kualitas kinerja guru [Tesis, Universitas Pendidikan Indonesia].

Hamalik, O. (1995). Kurikulum dan pembelajaran. Bumi Aksara.

Moleong, L. J. (2004). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2007). Kurikulum tingkat satuan pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. (1982). Asas-asas kurikulum. Jemmars.

Slameto. (1995). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Sudjana, N. (1989). Penelitian pendidikan. Sinar Baru.

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Supriadi. (1998). Educational leadership. http://artikel.us/amhasan.html

Syah, M. (2006). Psikologi pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Zainal Mutaqin, D. (2006). Seminar pelaksanaan KTSP di sekolah. Departemen Pendidikan Nasional.

Published

2008-02-22

How to Cite

Untung, S. H. (2008). Evaluasi implementasi KTSP pada aspek kompetensi pengelolaan pembelajaran di SMK. Inovasi Kurikulum, 5(1), 87-98. https://doi.org/10.17509/jik.v5i1.35626

Similar Articles

1-10 of 76

You may also start an advanced similarity search for this article.