Pengembangan instrumen analisis kebutuhan kurikulum diklat guru SLB tunagrahita pada materi pembelajaran housekeeping

Authors

  • Ayu Nimas Salmitri Universitas Pendidikan Indonesia
  • Zainal Arifin Universitas Pendidikan Indonesia
  • Gemala Herlistiana SLB D YPAC Bandung

DOI:

https://doi.org/10.17509/jik.v18i2.37198

Keywords:

akd, guru slb, instrumen, tata graha, tunagrahita

Abstract

Pengembangan keprofesionalan secara berkelanjutan untuk melakukan sebuah transfer kepada siswa menjadikan sebuah pendidikan dan pelatihan (diklat) cukup dibutuhkan dalam pengembangan mutu seorang guru. Guru SLB memiliki peran untuk memberikan bekal untuk siswanya bekerja setelah lepas dari sekolah. Keterampilan tata graha/housekeeping merupakan kompetensi wajib dimiliki oleh anak tunagrahita di SLB, dengan kompetensi tersebut lulusan SLB dapat bersaing di dunia kerja. Analisis kebutuhan diklat (AKD) dilakukan sebelum diklat dilaksanakan, tujuannya ialah menjadikan diklat tepat sasaran, efektif, dan efisien. Instrumen AKD merupakan bagian esensial dari pengumpulan informasi untuk AKD. Tidak tersedianya pedoman AKD untuk pelaksanaan diklat housekeeping untuk guru SLB tunagrahita, serta kebutuhan kompetensi housekeeping untuk mengajar dan membimbing siswa tunagrahita cukup tinggi, maka pengembangan instrumen AKD menjadi solusi yang cukup baik. Tujuan penelitian ini ialah mengembangkan instrumen analisis kebutuhan diklat guru SLB tunagrahita pada bidang housekeeping, sebagai upaya pengembangan diklat yang tepat sasaran, efektif, dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Design & Development (D&D) dengan langkah pengembangan yang melakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji keterbacaan, serta uji coba terbatas. Hasil dari pengembangan instrumen menghasilkan tanggapan baik dari responden terhadap hasil uji keterbacaan serta uji coba terbatasnya, secara umum pengembangan ini dikatakan layak digunakan untuk pengembangan kurikulum AKD.

 

References

Ardianingsih, F. (2017). Peran guru dalam implementasi Kurikulum 2013 pendidikan khusus pada sekolah luar biasa di Sidoarjo. Jurnal Pendidikan, *2*(1), 21–30. https://doi.org/http://Dx.doi.Org/10.26740/Jp.V2n1

Asnur, L. (2019). Pelatihan tata graha rumah wisata bagi pengelola homestay di Nagari Harau. GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, *3*(1). https://doi.org/http://Dx.doi.Org/10.31571/Gervasi.V3i1.1212

Berliana, A. (2014). Faktor motivasi untuk menumbuhkan belajar peserta diklat. Jurnal Inspirasi, *7*(3). https://doi.org/https://Doi.Org/10.35880/Jurnal%20Inspirasi.V5i2.19

Cahyaningtyas, H. (2020). Kebahagiaan guru Sekolah Luar Biasa (SLB). Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, *5*(1). https://doi.org/https://Doi.Org/10.23917/

Cheriasari, C. (2018). Sekolah Luar Biasa Negeri Satu Atap Pontianak. Jurnal Online Mahasiswa Arsitektur Universitas Tanjungpura, *6*(2). https://doi.org/http://Dx.doi.Org/10.26418/Jmars.V6i2.27450

Hajjar, E., & Alkhanaizi, M. S. (2018). Exploring the factors that affect employee training effectiveness: A case study in Bahrain. SAGE Journal Open, *8*(2). https://doi.org/https://Doi.Org/10.1177/2158244018783033

Hasanah, D. S. (2010). Pengaruh pendidikan latihan (diklat) kepemimpinan guru dan iklim kerja terhadap kinerja guru Sekolah Dasar se-Kecamatan Babakan Cikao Kabupaten Purwakarta. Jurnal Penelitian Pendidikan, *11*(2).

Hidayati, K., & Listyani, E. (2010). Pengembangan instrumen kemandirian belajar mahasiswa. Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, *14*(1). https://doi.org/https://Doi.Org/10.21831/Pep.V14i1.1977

Hw, S., & Santosa, J. (2012). Revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) pasca implementasi program pendidikan inklusi. Jurnal Penelitian Humaniora, *13*(1). https://doi.org/https://Doi.Org/10.23917/Humaniora.V13i1.918

Ilona, V. (2018). Analisis kebutuhan diklat di pemerintahan. Civil Service, *12*, 23–31.

Iwantara, I. W. (2019). Analisis kebutuhan diklat (AKD) pada Balai Diklat Keagamaan Denpasar tahun 2018. Jurnal Edutrained, *3*(2). https://doi.org/https://Doi.Org/10.37730/Edutrained.V3i2.13

Juniati. (2011). Uji statistik untuk analisis kebutuhan diklat (AKD) Jawa Timur. Jurnal FPMIPA IKIP PGRI Bojonegoro, *1*(2).

Kartini. (2014). Rekrutmen tenaga kerja housekeeping di Grand Jatra Hotel Pekanbaru. Jom FISIP, *2*(1).

Kosasih, H., & Virlia, S. (2016). Gambaran penerimaan orang tua dengan anak retardasi mental di Sekolah Luar Biasa (SLB) C "DG" dan SLB C "SJ". Jurnal PSIBERNETIKA, *9*(1).

Mahabbati, A. (2014). Kebijakan, implementasi dan isu strategis pendidikan bagi individu berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Islam, *31*(1), 31–46. https://doi.org/10.14421/Jpi.2014.31.31-46

Mayasari, N. (2019). Layanan pendidikan bagi anak tunagrahita dengan tipe Down Syndrome. Jurnal Studi Islam, Gender Dan Anak, *14*(1). https://doi.org/10.24090/Yinyang.V14i1.2019.Pp111-134

Menzel, K., & Messina. (2011). Training need analysis (TNA) Sydney Australia. The Royal Australian and New Zealand College of Radiologists Papu Journal.

Ngindana, R., & Hermawan, R. (2019). Analisis kebutuhan diklat pegawai negeri sipil berbasis kesenjangan kerja unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial Dan Politik, *1*(1). https://doi.org/http://Dx.Doi.Org/10.33474/Jisop.V1i1.2669

Ningrum, W. (2013). Pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), *6*(2).

Oktazana, D. (2017). Koordinasi kerja front office department dengan housekeeping department di Aston Karimun Hotel. Journal of Management FISIP Tourism Program, *4*(1).

Papu, J. (2002). Analisis kebutuhan pelatihan. Grasindo.

Prianto, W. A., & Rosiana, E. N. (2017). Housekeeping & laundry untuk perhotelan & kapal pesiar. Alfabeta.

Pribadi, A. T. (2013). Pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kemampuan dan kinerja karyawan. Jurnal Administrasi Bisnis, *3*(1).

Rayendra. (2020). Peningkatan profesional guru melalui pelatihan pendekatan kemitraan. Jurnal Inovasi Kurikulum, *17*(2).

Richey, R. C., & Klein, J. (2007). Design and development research: Methods, strategies, and issues. Lawrence Erlbaum Associates Publishers.

Rizky, A. N. (2019). Pengaruh self efficacy terhadap kompetensi emosi guru Sekolah Luar Biasa di Kota Malang. Jurnal RAP UNP, *10*(1). https://doi.org/https://Doi.Org/10.24036/Rapun.V10i1.105004

Suparno. (2007). Pendidikan anak berkebutuhan khusus. Dirjen Dikti Depdiknas.

Taherdoost, H. (2016). Validity and reliability of the research instrument: How to test the validation of a questionnaire/survey in a research. SSRN Electronic Journal, *5*(3), 28–36. https://doi.org/https://Doi.Org/10.2139/SSrn.3205040

Taviprawati, E. (2019). Pengaruh pengembangan karier terhadap kinerja karyawan di Unit Tata Graha Hotel Menara Peninsula. Jurnal Ilmiah Pariwisata, *24*(3). https://doi.org/https://Doi.Org/10.30647/Jip.V24i3.1312

Taylor, R. R., Smiley, L. R., & Richards, S. B. (2015). Exceptional students: Preparing teachers for the 21st century. McGraw-Hill Education.

Wati, G. M. (2012). Outbound management training untuk meningkatkan kemampuan penyesuaian diri anak tunagrahita. *1*(1).

Yosiani, N. (2014). Relasi karakteristik anak tunagrahita dengan pola tata ruang belajar di Sekolah Luar Biasa. E-Journal Graduate Unpar Part D – Architecture, *1*(2).

Published

2021-08-13

How to Cite

Salmitri, A. N., Arifin, Z., & Herlistiana, G. (2021). Pengembangan instrumen analisis kebutuhan kurikulum diklat guru SLB tunagrahita pada materi pembelajaran housekeeping. Inovasi Kurikulum, 18(2), 253-264. https://doi.org/10.17509/jik.v18i2.37198

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

61-70 of 162

You may also start an advanced similarity search for this article.