Peranan wilayah dalam pengembangan kurikulum

Authors

  • Masriam Bukit

DOI:

https://doi.org/10.17509/jik.v1i1.35611

Keywords:

desentralisasi, fleksibilitas, kewenangan daerah

Abstract

Desentralisasi terjadi di berbagai bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Alasan utama diberlakukannya desentralisasi dalam pendidikan adalah bahwa bila wilayah (provinsi, kabupaten atau kota) mendapat otonomi lebih besar dalam pengambilan keputusan, wilayah berikut kepala sekolah dan guru-guru akan mulai mengontrol kurikulum serta proses pengajaran di sekolah. Desentralisasi membuka ruang yang lebih baik kepada daerah untuk mengontrol pendidikan, serta diharapkan akan semakin besar fleksibilitas dalam pendidikan. Daerah juga memiliki peluang untuk mengembangkan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerahnya. Proses desentralisasi pendidikan dibagi ke dalam dua tahap. Tahap pertama, pemindahan kewenangan kebijakan pendidikan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Tahap kedua, pemindahan berbagai keputusan dari pemerintah kepada masyarakat.

 

References

Carnoy, M. (1999). Globalization and educational reform: What planners need to know. UNESCO/IIEP.

Fasli, J., & Supriadi, D. (2001). Reformasi pendidikan dalam konteks otonomi daerah. Adicita Karya Nusa.

Glatthorn, A. A. (1994). Developing a quality curriculum. ASCD.

UNESCO. (2002). Education for rural development in Asia: Experiences and policy lessons. UNESCO.

Published

2004-02-23

How to Cite

Bukit, M. (2004). Peranan wilayah dalam pengembangan kurikulum. Inovasi Kurikulum, 1(1), 49-52. https://doi.org/10.17509/jik.v1i1.35611

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.