Kurikulum Merdeka in Informatics subjects at vocational high schools

Authors

  • Adelia Nur Fitriana Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.64014/hipkin-jer.v3i1.312

Keywords:

informatics subject, Kurikulum Merdeka, vocational education

Abstract

Vocational education in Indonesia is currently transforming by strengthening the relevance of learning to the world of work through the implementation of the Kurikulum Merdeka. This study aims to explore how the Kurikulum Merdeka is implemented in Informatics subjects at SMKN 1 Majalengka. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with Informatics teachers and the school's curriculum development team. Specific findings at SMKN 1 Majalengka indicate that teachers utilize the flexibility of the Kurikulum Merdeka to independently develop teaching tools such as Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), and teaching modules tailored to student needs and industry demands. The curriculum development procedure at this school is carried out systematically by the Tim Pengembang Kurikulum (TPK), which involves the principal, the vice principal for curriculum, the subject teacher coordinator, the Guidance and Counseling teacher, the school committee, education experts, and representatives from the education office. Curriculum revision activities are carried out annually through the In-House Training (IHT) forum. The main challenges identified in the field include limited resources, particularly budget and supporting facilities, as well as minimal industry involvement in the curriculum development stage. 

 

Abstrak

Pendidikan vokasi di Indonesia saat ini tengah mengalami transformasi melalui penguatan relevansi pembelajaran dengan dunia kerja melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Kurikulum Merdeka diimplementasikan pada mata pelajaran Informatika di SMKN 1 Majalengka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Informatika dan tim pengembang kurikulum di sekolah. Temuan spesifik di SMKN 1 Majalengka menunjukkan bahwa fleksibilitas Kurikulum Merdeka dimanfaatkan oleh guru untuk mengembangkan secara mandiri perangkat ajar seperti Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan modul ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan murid dan tuntutan industri. Prosedur pengembangan kurikulum di sekolah ini dilakukan secara sistematis oleh Tim Pengembang Kurikulum (TPK) yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, koordinator guru mata pelajaran, guru Bimbingan Konseling, komite sekolah, pakar pendidikan, dan unsur dinas pendidikan, dengan kegiatan revisi kurikulum dilakukan secara rutin setiap tahun melalui forum In House Training (IHT). Tantangan utama yang teridentifikasi di lapangan meliputi keterbatasan sumber daya, khususnya anggaran dan fasilitas pendukung, serta minimnya keterlibatan industri dalam tahap penyusunan kurikulum.

Kata Kunci: kurikulum merdeka; mata pelajaran informatika; pendidikan vokasi

References

Agustian, D., Amartha, A., & Wardoyo, S. (2024). Tantangan pendidikan vokasional dalam meningkatkan penyerapan lulusan SMK di dunia industri. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7(3), 1373-1382.

Anggraini, D. L., Nurfaizah, N. S., & Pandiangan, N. a. P. B. (2022). Peran guru dalam mengembangan kurikulum merdeka. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 1(3), 290-298.

Anggreini, A. T., & Narimo, S. (2023). Guru di era kurikulum merdeka belajar di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong. Al Qalam Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(3), 1704-1714.

Baihaqi, W. M., Sulistiyana, F., & Fadholi, A. (2021). Pengenalan artificial intelligence untuk siswa dalam menghadapi dunia kerja di era revolusi industri 4.0. Reswara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1), 79-88.

Battersby, S. L., & Verdi, B. (2015). The culture of professional learning communities and connections to improve teacher efficacy and support student learning. Arts Education Policy Review, 116(1), 22-29.

Dagiene, V., Hromkovic, J., & Lacher, R. (2021). Designing informatics curriculum for K-12 education: from concepts to implementations. Informatics in Education, 20(3), 333-360.

Darmina, D., & Indah. F. (2026). The effect of project-based learning on social studies learning outcomes. Inovasi Kurikulum, 23(1), 105-118.

Dhani, R. R. (2020). Peran guru dalam pengembangan kurikulum. Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan, 9(1), 45-50.

Fajari, R., Saputra, B., Berlinson, A. M., & Parhusip, J. (2024). Pengembangan kurikulum berbasis Informatika untuk memenuhi kebutuhan industri di era digital. Jurnal Ilmiah Informatika dan Komputer, 1(2), 205-210.

Falloon, G. (2020). From digital literacy to digital competence: the Teacher Digital Competency (TDC) framework. Educational Technology Research and Development, 68(5), 2449-2472.

Fatmawati, I. (2021). Peran guru dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Revorma Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, 1(1), 20-37.

Fuaida, R., Fahdiyanti, D. H., Maghfiroh, T. L., Fitriyah, M., Laili, I., & Ni’mah, A. T. (2023). Revitalisasi pembelajaran di sekolah menengah kejuruan: studi kasus penerapan kurikulum merdeka pada SMK Al-Asyari Bangkalan. Nuris Journal of Education and Islamic Studies, 4(1), 1-15.

Hafid, I. K. A., Kasmira, K., Redianto, R., & Purnamawati, P. (2025). Peningkatan kompetensi kejuruan melalui integrasi kurikulum industri di pendidikan vokasi: Tinjauan literatur. Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan, 4(2), 196-207.

Hermawan, D., Supriyanto, A., Hakim, D. A., & Nofanti, A. C. (2022). Persepsi mahasiswa program studi Informatika Universitas Al Azhar Indonesia terhadap implementasi merdeka belajar kurikulum merdeka. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 3(2), 82-87.

Kovalchuk, V., Maslich, S. V., Tkachenko, N. M., Shevchuk, S. S., & Shchypska, T. P. (2022). Vocational education in the context of modern problems and challenges. Journal of Curriculum and Teaching, 8(11), 329-338.

Lesnowati, I., & Hafifi, H. (2021). Penerapan model pembelajaran project based learning untuk meningkatkan motivasi belajar ekonomi pada siswa kelas X SMK. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin, 5(2), 9-18.

Masykur, A. D. A., & Romelah, N. R. (2024). Model Project-Based Learning (PJBL) pada pembelajaran Al-Islam di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang. Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 2(1), 214-223.

Nirwana, R., Hidayati, A. I., Ifcha, F. A., Azzahra, S. F., & Jannah, A. S. R. (2024). Penilaian dalam kurikulum merdeka: mendukung pembelajaran adaptif dan berpusat pada siswa madrasah ibtidaiyah. Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 2(2), 213-224.

Prasetyowati, D., Kartinah, K., Sugiyanti, N., & Harun, L. (2023). Implementasi kurikulum merdeka di SMK Negeri 1 Purbalingga. Patikala Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 808-813.

Puspitasari, R. O., & Wulandari, S. S. (2022). Pengaruh model Project Based Learning (PjBL) terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI OTKP di SMKS Ketintang Surabaya. Journal of Office Administration Education and Practice, 2(1), 12-19.

Rafidiyah, D., & Kailani, A. (2020). Identifikasi potensi SMK Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan vokasi yang berkemajuan: studi fenomenologi terhadap penerapan program revitalisasi SMK di Indonesia. Pedagogik Jurnal Pendidikan, 15(1), 49-66.

Samengasbumi, R. P., Hamdani, H., Ubaidillah, A. S., Rasikhun, H., Hidayati, N., Yustissiani, E., ... & Artansyah, M. T. S. (2024). Strategi peningkatan kualitas pembelajaran berbasis dunia kerja. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 5(4), 774-783.

Samsiadi, S., & Romelah, R. (2022). Model Project Based Leaning (PjBL) dalam pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Berau Kaltim. Research and Development Journal of Education, 8(1), 363-371.

Samsudi. S. (2014). Pengembangan model pembelajaran program produktif SMK untuk membentuk karakter kewirausahaan lulusan. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 32(2), 307-314.

Sasmito, A. P., Kustono, D., & Patmanthara, S. (2015). Kesiapan memasuki Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) siswa paket keahlian rekayasa perangkat lunak di SMK. Teknologi dan Kejuruan, 38(1), 25-40.

Sofiani, E. L. & Abdullah, K. (2025). The influence of the STEAM-based PjBL model in IPAS learning on critical thinking. Inovasi Kurikulum, 22(3), 1475 -1486.

Sugara, D. N. (2025). Adaptive strategies employed by informatics teachers at SMAN 1 Parongpong within the context of kurikulum merdeka. Hipkin Journal of Educational Research, 2(3), 309-322.

Susilawati, S., & Sahara, S. (2021). Pengaruh penerapan model pembelajaran PBL dan PjBL terhadap kompetensi kognitif pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI TKR di SMK Negeri 1 Rengasdengklok. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin, 6(2), 98-104.

Tasya, N. A. (2025). Pengembangan kurikulum berbasis kontekstual untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era merdeka belajar. Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 1(1), 44-54.

Ulfadilah, N. S., Darmiyanti, A., & Munafiah, N. (2023). Peran guru dalam pengembangan kurikulum dan penerapan pembelajaran di PAUD. Jurnal Warna Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 8(1), 9-29.

Wulandari, C. R., Ningrum, T. A., & Syahril, N. (2024). Pengelolaan kurikulum merdeka di SMK Negeri 1 Kota Solok. Journal of Practice Learning and Educational Development, 4(1), 66-75.

Yuliasari, Y., Dariyadi, M. W., Maziyah, L., & Alfan, M. (2025). Project-based learning for Arabic instruction as an innovation of the Kurikulum Merdeka development. Inovasi Kurikulum, 22(3), 1315-1328.

Yusuf, D. M., Azis, M., & Idrus, M. (2024). Analisis implementasi kurikulum merdeka belajar di SMK Negeri 1 Kota Parepare. Edunomia Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi, 4(2), 187-206.

Published

2026-04-24

How to Cite

Fitriana, A. N. (2026). Kurikulum Merdeka in Informatics subjects at vocational high schools. Hipkin Journal of Educational Research, 3(1), 131-144. https://doi.org/10.64014/hipkin-jer.v3i1.312

Similar Articles

21-30 of 69

You may also start an advanced similarity search for this article.