Logo HIPKIN

Loading Experience

##navigation.skip##
Vol. 17 No. 2 (2020): Inovasi Kurikulum, August 2020 Video-based learning: memenuhi kebutuhan...
Articles 19 August 2020

Video-based learning: memenuhi kebutuhan peserta didik dalam mendapatkan pengalaman belajar yang konkret

AA
Annisa Indri Ayuningtias Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
FI
Fatma Hijrie Ismailia Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
ZM
Zydan Naufal Musyaffa Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
MP
Mahda Aulia Prasetia Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia
DOI https://doi.org/

Abstract

The whole world is currently facing an era of disruption where everything is constantly changing and being replaced. The world of education is no exception. The teaching and learning process continues to develop over time. The inclusion of elements of technology in almost all aspects of human life changes the face of education itself. The needs of students are no longer the same as in the past. The methods used in the past are no longer considered effective today. Therefore, research is carried out to obtain an innovation that will meet the needs of today's education. Then one of the innovations was found, namely video-based learning which maybe many people have used, but not a few who don't even know the popularity of this one method. The fact that videos are very easy to access and popular makes this method have an important role in helping the teaching and learning process.

 

Abstrak

Seluruh dunia saat ini menghadapi era disrupsi di mana semua hal terus berganti dan tergantikan. Tidak terkecuali dunia pendidikan. Proses belajar mengajar terus berkembang seiring berjalannya waktu. Masuknya unsur teknologi dalam hampir seluruh aspek kehidupan manusia mengubah wajah pendidikan itu sendiri. Kebutuhan peserta didik tidak lagi sama dengan masa lampau. Metode yang digunakan di masa lampau tidak lagi dinilai efektif untuk dilaksanakan hari ini. Maka dilakukanlah penelitian-penelitian untuk mendapatkan suatu inovasi yang akan memenuhi kebutuhan pendidikan saat ini. Lalu ditemukanlah salah satu inovasi yaitu video-based learning yang mungkin banyak orang sudah menggunakannya, tetapi tidak sedikit juga yang bahkan belum mengetahui kepopuleran dari metode satu ini. Fakta bahwa video adalah hal yang sangat mudah untuk diakses dan banyak digemari menjadikan metode ini memiliki andil penting dalam membantu proses belajar-mengajar.

Kata kunci: Media Video, Pembelajaran Berbasis Video, Teknologi Pembelajaran
Keywords:
media video pembelajaran berbasis video teknologi pembelajaran

References

Agustian, M. (2018). Efektivitas pengalaman belajar pada pembelajaran tematik siswa kelas IV SD. KEGURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar, 3(1), 1–13.
Andesta, D. (2018). Analisis kebutuhan anak usia dasar dan implikasinya dalam penyelenggaraan pendidikan. JIP: Jurnal Ilmiah PGMI, 4(1), 82–97. https://doi.org/10.19109/jip.v4i1.2269
Arif, S. S. (1996). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya. PT. Raja Grafindo Persada.
Hamzah, S. (1985). Media audio-visual untuk pengajaran, penerangan dan penyuluhan. PT. Gramedia.
Iskandar. (2016). Implementasi teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow terhadap peningkatan kinerja pustakawan. Khizanah Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan, 4(1), 24–34.
Lim, S. (2016). Design of kinetic typography interaction based on the structural characteristics of Hangul. International Journal of Contents, 12(3), 42–46. https://doi.org/10.5392/ijoc.2016.12.3.042
Maslow, A. H. (1994). Motivasi dan kepribadian: Teori motivasi dengan pendekatan hierarki kebutuhan manusia (Ed. ke-1). Pustaka Binaman Pressindo.
Meixner, B. (2017). Hypervideos and interactive multimedia presentation. ACM Computing Surveys, 50(1), 1–34. https://doi.org/10.1145/3038923
Mendari, A. S. (2010). Aplikasi teori hierarki kebutuhan Maslow dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Widya Warta, 1, 82–91.
Muallimin. (2017). Konsep fitrah manusia dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 249–266.
Mulia, H. R., & Tenggara, A. (2019). Pembelajaran berbasis multimedia: Dalam memahami. Jurnal Penjaminan Mutu, 5(2), 190–200.
Niemiec, C. P., & Ryan, R. M. (2009). Autonomy, competence, and relatedness in the classroom: Applying self-determination theory to educational practice. Theory and Research in Education, 7(2), 133–144. https://doi.org/10.1177/1477878509104318
Noor, W. K., & Qomariyah, U. (2019). Hierarki kebutuhan sebagai dasar refleksi diri tokoh dalam novel Pesantren Impian. Jurnal Sastra Indonesia, 8(2), 103–110. https://doi.org/10.15294/jsi.v8i2.28750
Nurhakim, L. (2017). Pengalaman belajar siswa dalam pembelajaran berbasis komputer model drills and practice di SMK. Jurnal Tanjung Pura, 1(1), 1–13.
Nurizmawati, C., Apriliaswati, R., & Arifin, Z. (2015). The use of animation video as a media in teaching narrative text. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(3), 1–13.
Ozguner, Z. (2014). A managerial point of view on the relationship between of Maslow’s hierarchy of needs and Herzberg’s dual factor theory. International Journal of Business and Social Science, 5(7), 207–215.
Palaiegorgiou, G., Papadopoulou, A., & Kazanidis, I. (2019). Interactive video for learning: A review of interaction types, commercial platforms, and design guidelines. Communications in Computer and Information Science, 993, 503–518. https://doi.org/10.1007/978-3-030-20954-4_38
Pratika, E., & Puspitadewi, N. W. S. (2014). Aktualisasi diri dan persepsi terhadap pelaksanaan pelatihan pada karyawan. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 5(1), 7–14. https://doi.org/10.26740/jptt.v5n1.p7-14
Rayendra. (2020). Peningkatan profesional guru melalui pelatihan pendekatan kemitraan. Jurnal Inovasi Kurikulum, 17(1), 40–48.
Robert. (2013). Pembuatan materi belajar dengan pendekatan video-based learning. Time, 11(2), 39–41.
Sada, H. J. (2017). Kebutuhan dasar manusia dalam perspektif pendidikan Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 213–226. https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i2.2126
Santagata, R. (2009). Designing video-based professional development for mathematics teachers in low-performing schools. Journal of Teacher Education, 60(1), 38–51. https://doi.org/10.1177/0022487108328154
Setiawan, F. (2019). Pengembangan media Delima (Denah Lingkungan Rumah) pada subtema bermain di lingkungan rumah untuk sekolah dasar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 7(2), 151–156.
Siti Muazaroh, S. (2019). Kebutuhan manusia dalam pemikiran Abraham Maslow. Al-Mazahib, 7(1), 17–33.
Snelson, C. (2012). Research priorities for YouTube and video-sharing technologies. British Journal of Educational Technology, 43(1), 119–129. https://doi.org/10.1111/j.1467-8535.2010.01168.x
Sugeng Widodo, A. (2013). Harga diri dan interaksi sosial ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(2), 131–138. https://doi.org/10.30996/persona.v2i2.100
Supriatna, D. (2009). Pengenalan media pembelajaran bahan ajar untuk diklat e-training PPPPTK. Universitas Pendidikan Indonesia.
Syamsidar, Helmi, & Irwan. (2019). Pembelajaran fisika berbasis cone of experience Edgar Dale pada materi elastisitas dan fluida statis. Jurnal Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Makassar, 7(3), 312–320.
Türkay, S. (2016). The effects of whiteboard animation on retention and subjective experiences when learning advanced physics topics. Computers & Education, 98, 102–114. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2016.03.014
Yousef, A. M. F., Chatti, M. A., & Schroeder, U. (2014). Video-based learning: A critical analysis of the research published in 2003-2013 and future visions. Proceedings of the Sixth International Conference on Mobile, Hybrid, and On-Line Learning (eLmL 2014), 112–119.
Yudhi, M. (2010). Media pembelajaran. Gaung Persada Press.