Peran sekolah dalam pengembangan kurikulum
DOI:
https://doi.org/10.17509/jik.v1i1.35609Keywords:
implementasi, kurikulum, prosesAbstract
Kurikulum dapat digunakan dalam berbagai makna. Dikaitkan dengan konsep Tanner dan Tanner, pemahaman terhadap pengembangan kurikulum di Indonesia mengacu kepada konsepsi instructional plan yang mempunyai fungsi eklektik. Dari definisi tersebut kurikulum di Indonesia bersifat fleksibel sesuai dengan posisinya sebagai legal formal. Hamid Hasan menyatakan salah satu dimensi dalam prosedur pengembangan kurikulum adalah kurikulum sebagai suatu kegiatan atau proses, dan pelaksanaan kurikulum suatu proses dilakukan atas dasar tuntutan aspek kurikulum yang dikembangkan berdasarkan perumusan ide. Peran sekolah dalam pengembangan kurikulum difokuskan pada implementasi dokumen kurikulum, khususnya yang mengacu kepada proses yang berkaitan antara pedoman pengajaran dengan sistem untuk memprediksi hasil. Dalam lingkup kelas, implementasi kurikulum melibatkan guru sebagai pengembang kurikulum dan siswa sebagai peserta yang memperoleh stimulasi dalam mengubah pola perilaku. Kurikulum berfungsi sebagai alat bantu untuk tugas guru dalam mengembangkan strategi pengajaran.
References
Beauchamp, G. A. (1975). Curriculum theory (3rd ed.). Kagg Press.
Hasan, H. (1996). Pendidikan ilmu sosial. Depdikbud Dirjen Dikti PPTA.
Hunter, M. (1971). The teaching process. In R. T. Hyman (Ed.), The teacher's handbook (pp. 29–45). Scott, Foresman.
Miller, J. P., & Seller, W. (1985). Curriculum: Perspectives and practice. Longman.
Schubert, W. H. (1986). Curriculum: Perspective, paradigm, and possibility. Macmillan Publishing Company.
Tanner, D., & Tanner, L. N. (1980). Curriculum development: Theory into practice (2nd ed.). Macmillan Publishing.
Zais, R. S. (1976). Curriculum: Principles and foundations. Harper & Row.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2004 Hansiswany Kamarga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


