Local culture-based dance learning innovation through Tari Kreasi Tenun

Authors

DOI:

https://doi.org/10.64014/jik.v23i1.202

Keywords:

dance education, learning innovation, local culture, Tari Kreasi Tenun

Abstract

This study aims to describe the form, implementation process, and main characteristics of Tari Kreasi Tenun as an innovation in local culture-based dance learning at SMP Negeri 1 Insana, Timor Tengah Utara Regency. The research employed a qualitative descriptive method with a field study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the dance interest program teacher and eighth-grade students. The results indicate that the implementation of Tari Kreasi Tenun constitutes an innovative learning strategy in dance education by integrating local cultural values—particularly the symbolic meanings and aesthetics of Timorese woven fabric—into formal education. The learning process comprises stages of introducing tenun motifs, exploring movement, and creating simple dance compositions that reflect cooperation, perseverance, and regional cultural identity. The dance form combines traditional and modern elements adjusted to the students’ characteristics. This innovation not only strengthens students’ understanding of local dance art but also fosters pride in local cultural heritage and supports the implementation of local wisdom-based curricula in schools.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses penerapan dan karakteristik utama Tari Kreasi Tenun sebagai inovasi pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal di SMP Negeri 1 Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan murid kelas VIII program minat tari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Tari Kreasi Tenun menjadi strategi inovatif dalam pembelajaran seni tari karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, khususnya makna simbolik dan estetika kain tenun Timor, ke dalam konteks pendidikan formal. Proses pembelajaran dilakukan melalui tahapan pengenalan motif tenun, eksplorasi gerak, dan penciptaan komposisi tari sederhana yang mencerminkan nilai kerja sama, ketekunan, dan identitas budaya daerah. Bentuk penyajian tari memadukan unsur tradisional dan modern yang disesuaikan dengan karakter murid SMP. Inovasi ini tidak hanya memperkuat pemahaman murid terhadap seni tari daerah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal serta mendukung implementasi kurikulum berbasis kearifan lokal di sekolah.

Kata Kunci: budaya lokal; inovasi pembelajaran; seni tari; Tari Kreasi Tenun

References

Adawiyah, A. R., & Nurbaeti, R. U. (2023). Pelatihan tari kreasi sebagai bentuk apresiasi seni tari. Jamu: Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, 3(2), 150-156.

Affriani, L., & Kusumastuti, E. (2025). Makna simbolik Tari Maloka Saraga dari Sanggar Padma Baswara Kabupaten Demak. Arted: Jurnal Ilmiah Seni dan Pendidikan Seni, 1(2), 78-89.

Ahmad, A., Saputra, E. E., & Suziman, A. (2025). Integrasi pendekatan teori belajar konstruktivisme melalui model project-based learning pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 5(1), 469-475.

Amasanan, Y. D., Bedaama, A., Tolan, S. S., Ruminah, R., Hariswari, K. P., Uskono, V. S., Bifel, Y. L., & Olin, M. P. (2023). PKM penggunaan metode dalcroze dalam pembelajaran ritme di sekolah dasar Kabupaten Kupang. Guyub Journal of Community Engagement, 4(3), 189-203.

Baiti, B. H. N., & Puspitorini, A. (2020). Tata rias Tari Bedhaya Srigati di Sanggar Soeryo Budoyo Kabupaten Ngawi. Jurnal Tata Rias, 9(2), 157-165.

Boiliu, E. R., & Kolibu, D. R. (2024). Finding the meaning of multiculturalism in tari bonet: a Christian religious education perspective. Jurnal Multidisiplin Madani (Mudima), 4(12), 1730-1748.

Brahmandika, P. G., & Sutama, I. M. (2024). Pengembangan strategi pembelajaran inovatif berbasis proyek pada kurikulum merdeka. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(4), 234-239.

Darmina, D., & Indah, F. (2026). The effect of project-based learning on Social Studies learning outcomes. Inovasi Kurikulum, 23(1), 105-118.

Darmoko, P. D. (2014). Kesenian sintren dalam tarikan tradisi dan modernitas. Madaniyah, 4(1), 115-125.

Djuanda, I., & Agustiani, N. D. (2022). Perkembangan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan tari kreasi pada anak usia 5-6 tahun. Almarhalah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 33-45.

Elu, A. R.A., Sama, A. B., & Kian, M. (2022). Communication functions of the Timor Gong In Napan Village Community. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 24(1), 83-98.

Erawati, N. M. P. (2020). Estetika Tari Legong sebuah identitas Tari Bali. Widyadari, 21(2), 706-713.

Erawati, Y., & Hasanah, H. (2024). Kajian elemen-elemen komposisi dalam Tari Kombuik di Desa Gunung Sahilan Kecamatan Gunung Sahilan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Koba: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik, 11(1), 1-17.

Fajar, A. N. (2025). Tantangan anak muda dalam menjaga eksistensi tari tradisional di tengah budaya globalisasi. Lentera Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(3), 1-13.

Hariswari, K. P., Ceunfin, F., & Amasanan, Y. D. (2023). Symbolic meaning of costumes and property Gong Dance of the Dawan Tribe Nansean Village. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 25(1), 1-12.

Hariswari, K. P., & Tolan, S. S. (2025). Eksplorasi Tari Bonet di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Jurnal Eksplorasi Pendidikan, 8(1), 17-23.

Imtiyas, J. H., & Huda, C. (2024). Membangun karakter melalui literasi budaya dan kebangsaan pada peserta didik SDN Siwalan. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3), 298-310.

Istikomayanti, Y., Aldya, R. F., Djarawula, E., & Malo, A. R. (2023). Potensi tenun ikat sebagai sumber belajar berbasis etnosains. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 8(2), 104-114.

Lapasere, S., Julianti, N., Herlina, H., Rizal, R., & Guci, A. A. J. (2025). Pembelajaran tanggap budaya (culturally responsive teaching) di kelas IV sekolah dasar. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 8(1), 98-112.

Litaay, S. C. H., Manuputty, F. M. L., Afdhal, & Makaruku, N. D. (2025). Local culture-based education in the hidden curriculum: a strategy for fostering tolerance and peace in Maluku secondary schools. Society, 13(1), 192-207.

Maharotunnisa, N., Anshori, M. M., & Muzekki, T. R. (2025). Application of Culturally Responsive Teaching (CRT) in the Pandhalungan cultural context with the Project Based Learning (PjBL) model in developing 21st century skills for students at SMP. Jurnal Pendidikan IPS, 15(1), 269-280.

Maisyarah, R., & Prativi, M. (2023). Keharmonisan pada gerak Tari Saman dalam perspektif estetika. Human Art’sthetic Journal, 1(1), 15-22.

Manek, V. Y., Rafu, M., Tai, M. A., Bupu, M. F., Ancis, Y. C., & Hariswari, K. P. (2025). Pembelajaran membaca solmisasi pada siswa kelas x minat vokal dengan metode solfegio di SMA N 9 Kupang. Transformasi Masyarakat: Jurnal Inovasi Sosial dan Pengabdian, 2(1), 98-108.

Nayuf, H. (2019). Tarian “Langit-Bumi” refleksi pelayanan bulan bahasa dan budaya di Gereja Masehi Injili di Timor. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 1(2), 127-138.

Putri, N. A., & Apriadi, D. W. (2022). Dari tradisi ke pariwisata: modal sosial dan dinamika pelestarian tenun ikat di Kediri. Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi, 14(2), 67-80.

Rahmawati, I., Mahmudah, I., & Kornalisa, K. (2024). Pendampingan seni tari tradisional sebagai upaya pelestarian budaya untuk meningkatkan kreativitas siswa MI Darul Ulum Kota Palangka Raya. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 8(1), 1-10.

Rejo, U., Rahayu, I. K., & Kharisma, G. I. (2022). Revitalisasi cerita rakyat masyarakat Timor sebagai penguatan nilai pendidikan karakter pada era tatanan kehidupan baru. Jurnal Sastra Indonesia, 11(1), 35-47.

Saidin, S. H., Yani, A., & Tajuddin, F. N. (2025). Rimpu simbol kearifan lokal dan pelestarian budaya Bima di era modern. Jawi, 8(1), 37-46.

Sakti, S. A., Endraswara, S., & Rohman, A. (2024). Revitalizing local wisdom within character education through ethnopedagogy approach: a case study on a preschool in Yogyakarta. Heliyon, 10(10), 1-13.

Suparmi, N. K. (2023). Pentingnya pembelajaran tari tradisional di sekolah dalam menumbuhkan rasa cinta budaya siswa. Jurnal Kependidikan, 7(2), 50-55.

Parera, M. M. A. E., & Tong, J. (2024). Penanaman pendidikan berbasis multikultural dalam melestarikan budaya lokal sebagai identitas nasional. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS), 4(4), 251-257.

Wijayanti, T., Masrukhi, M., Melynda, & Saputri, A. R. (2024). Character education, local wisdom, and the profile of pancasila students: challenges and potential approach. Indonesian Research Journal in Education (IRJE), 8(1), 350-362.

Pujiyarti, W., & Damanik, D. W. P. S. (2025). Analisis struktural Tari Dadara Boto: bentuk, makna simbolik, dan nilai budaya. Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, 7(2), 64-71.

Yazici, G., & Dogan, F. (2024). Fostering metacognition in the design studio: the effect of minimal interventions on architectural students’ metacognitive awareness. Thinking Skills and Creativity, 54(1), 1-17.

Yetti, E., Syarah, E. S., Sari, K. M., Oktarini, S., Nurdyana, T., Puspawati, G. A. M., & Jovanka, D. R. (2023). Children's multicultural education through local-dance activities: teacher's thoughts and involvement. International Electronic Journal of Elementary Education, 16(2), 183-193.

Yuliasari, Y., Dariyadi, M. W., & Maziyah, L. (2025). The implementation of the communicative approach and project-based learning model to improve maharah al-kalam at MI Nurul Falah. Inovasi Kurikulum, 22(4), 2439-2456.

Published

27-02-2026

How to Cite

Hariswari, K. P., & Sanit, F. N. (2026). Local culture-based dance learning innovation through Tari Kreasi Tenun. Inovasi Kurikulum, 23(1), 179-196. https://doi.org/10.64014/jik.v23i1.202

Similar Articles

11-20 of 117

You may also start an advanced similarity search for this article.