Self-esteem among emerging adult women experiencing fatherlessness

Authors

  • Tatan Fathmay Lora Universitas Muria Kudus
  • Mochamad Widjanarko Universitas Muria Kudus

DOI:

https://doi.org/10.64014/jik.v23i3.335

Keywords:

emerging adult, fatherless, learning motivation, self-esteem

Abstract

The phenomenon of fatherlessness remains widespread in Indonesia and can impact children’s psychological development, particularly among young adult women. A father’s physical, emotional, or psychological absence has the potential to influence the development of self-esteem. This study aims to analyze aspects of self-esteem among young adult women who have experienced fatherlessness and its impact on learning. This study employed a qualitative method with a phenomenological approach, focusing on three young adult women who grew up without a father. Data were collected through in-depth interviews and analyzed thematically based on aspects of self-esteem, including power, significance, virtue, and competence. The results indicate that all participants experienced obstacles in the development of their self-esteem, characterized by low self-confidence, difficulty establishing a sense of self, doubts about personal abilities, feelings of worthlessness, and difficulty forming interpersonal relationships. This, of course, impacts their motivation and academic achievement. The absence of a father figure contributed to the emergence of various emotional and psychological problems that affected the informants’ lives into early adulthood, including their learning processes. This study concludes that growing up without a father influences the formation of self-esteem in young adult women in terms of self-power, self-significance, self-virtue, and self-competence.

 

Abstrak

Fenomena fatherless masih banyak terjadi di Indonesia dan dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak, khususnya perempuan dewasa awal. Ketidakhadiran ayah secara fisik, emosional, maupun psikologis berpotensi memengaruhi pembentukan self-esteem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek-aspek self-esteem pada perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless serta dampaknya dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis terhadap tiga perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik berdasarkan aspek self-esteem yang meliputi power, significance, virtue, dan competence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh informan mengalami hambatan dalam perkembangan self-esteem, yang ditandai dengan rendahnya rasa percaya diri, kesulitan membangun identitas diri, keraguan terhadap kemampuan pribadi, perasaan kurang berharga, serta kesulitan menjalin hubungan interpersonal. Hal ini tentunya berdampak pada motivasi dan prestasi belajar mereka. Ketidakhadiran figur ayah berkontribusi terhadap munculnya berbagai permasalahan emosional dan psikologis yang memengaruhi kehidupan informan hingga masa dewasa awal, termasuk dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi fatherless berpengaruh terhadap pembentukan self-esteem perempuan dewasa awal pada aspek kekuatan diri, keberartian diri, kebajikan diri, dan kompetensi diri.

Kata Kunci: dewasa awal; fatherless; motivasi pembelajaran; self-esteem

References

Ali, A., Venica, S. D., Aini, W., & Hidayat, A. F. (2025). Efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Journal of Information System and Education Development, 3(1), 1-6.

Astika, I. W., Suwindra, I. N. P., & Mardana, I. B. P. (2018). Hubungan self-efficacy dan self-esteem dengan prestasi belajar fisika siswa di kelas X MIPA SMA Negeri. Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha, 8(2), 77-85.

Castetter, C. (2020). The developmental effects on the daughter of an absent father throughout her lifespan. Honors Senior Capstone Projects, 50(1), 1-20.

Dasalinda, D., & Karneli, Y. (2021). Hubungan fatherless dengan penyesuaian sosial remaja implementasi pelaksanaan layanan bimbingan konseling di sekolah. Counsenesia Indonesian Journal of Guidance and Counseling, 2(2), 98-105.

Dwipratama, A. A. (2023). Study of Ki Hadjar Dewantara's educational thinking and its relevance to Kurikulum Merdeka. Inovasi Kurikulum, 20(1), 37-48.

Fiqrunnisa, A., Yuliadi, I., & Saniatuzzulfa, R. (2023). Hubungan persepsi keterlibatan ayah dalam pengasuhan dengan pemilihan pasangan pada perempuan dewasa awal fatherless. Psyche: Jurnal Psikologi, 5(2), 152-167.

Juliano, L., & Tommy, P. (2020). Peran self-esteem dalam mencegah emotional distress: locus of control sebagai antecedent. Jurnal Muara, Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 4(1), 224-233.

Kirwan, E. M., Burns, A., O’Súilleabháin, P. S., Summerville, S., McGeehan, M., McMahon, J., ... & Creaven, A. M. (2025). Loneliness in emerging adulthood: a scoping review. Adolescent Research Review, 10(1), 47-67.

Lestari, S. O., & Kurnia, H. (2022). Peran pendidikan Pancasila dalam pembentukan karakter. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), 25-32.

Matud, M. P., Díaz, A., Bethencourt, J. M., & Ibáñez, I. (2020). Stress and psychological distress in emerging adulthood: a gender analysis. Journal of Clinical Medicine, 9(9), 1-11.

Mujibah, S. N., Elsafir, A. M., & Salim, A. (2025). Fatherless pada emerging adulthood: tinjauan literatur terhadap solusi penguatan mental dan emosional. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, 3(1), 905-913.

Munjiat, S. M. (2017). Pengaruh fatherless terhadap karakter anak dalam prespektif Islam. Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 108-116.

Musthofa, M. H., & Arfensia, D. S. (2024). Dampak psikologis kurangnya peran ayah (fatherless) pada perempuan dewasa awal: studi fenomenologis. Soul: Jurnal Ilmiah Psikologi, 16(2), 161-171.

Ningrum, M. C., Juwono, B., & Sucahyo, I. (2023). Implementasi pendekatan TaRL untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran Fisika. Pendipa Journal of Science Education, 7(1), 94-99.

Nisa, T. F., & Suhermanto, F. (2014). Pengaruh pemberian motivasi terhadap prestasi belajar AUD dalam education golden garden for children. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo, 1(2), 76-146.

Nuraeni, N., & Mastari, M. (2022). Pengaruh konseling kelompok terhadap self-esteem siswa. Realita: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 6(2), 1-10.

Nurjanah, N. E., Jalal, F., & Supena, A. (2023). Studi kasus fatherless: peran ayah dalam pengasuhan anak usia dini. Kumara Cendekia, 11(3), 261-270.

Putri, J. E., Neviyarni, N., Marjohan, M., Ifdil, I., & Afdal, A. (2022). Konsep self esteem pada wanita dewasa awal yang mengalami perceraian. Jurnal Educatio: Jurnal Pendidikan Indonesia, 8(1), 20-25.

Putri, W. F. H., & Rahmasari, D. (2024). Optimisme pernikahan pada perempuan dewasa awal yang fatherless akibat perceraian. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 518-529.

Rachmanulia, N., & Dewi, K. S. (2023). Dinamika psikologis pada anak perempuan dengan fatherless di usia dewasa awal: studi fenomenologis. Prosiding Konferensi Mahasiswa Psikologi Indonesia, 4(1), 88-98.

Ramadani, F., Melisa, F., & Putri, D. A. E. (2023). Penerapan media pembelajaran terhadap motivasi siswa. Jurnal Binagogik, 10(2), 99-106.

Ramatsetse, T. P., & Ross, E. (2023). Understanding the perceived psychosocial impact of father absence on adult women. South African Journal of Psychology, 53(2), 199-210.

Reifman, A., & Niehuis, S. (2022). Extending the five psychological features of emerging adulthood into established adulthood. Journal of Adult Development, 30(1), 1-15.

Salma, K. A., Wina, L. R., & Dinda, A. (2024). Fenomena fatherless: apakah ada pengaruh father involvement terhadap self-esteem individu dewasa awal fatherless di Kabupaten Karawang?. As-Syar'i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 6(4), 1100-1112.

Salsabila, S., Hakim, L., & Jainudin. (2020). Pengaruh peran ayah terhadap self esteem mahasiswa di Universitas Teknologi Sumbawa. Jurnal Psimawa, 3(1), 24-30.

Sari, L. N., & Malahati, F. (2025). Hubungan dukungan sosial dan penerimaan diri terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa perantauan penyusun skripsi. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(2), 962-977.

Siregar, T. S. (2025). Pengaruh status single parent terhadap perkembangan sosial dan emosional anak usia dini. Thufuli: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 6-19.

Tamrin, H., & Masykuri, A. (2024). Inovasi metode pembelajaran berbasis teknologi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Journal of Islamic Educational Development, 1(1), 63-72.

Ulumiyah, N., & Sulistiyaningsih, R. (2024). Pengaruh self-efficacy terhadap fear of failure pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang. Jurnal Flourishing, 4(7), 315-325.

Wendi, R. V., & Kusmiati, R. Y. E. (2022). Gambaran harga diri wanita dewasa awal yang mengalami fatherless akibat perceraian orang tua. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 7(3), 482-491.

Wulandari, H., & Shafarani, M. U. D. (2023). Dampak fatherless terhadap perkembangan anak usia dini. Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 12(1), 1-12.

Yansi, L., Hertati, L., & Munandar, A. (2024). Pengaruh moralitas individual, regulasi akademik, integritas akademik terhadap etika kecurangan siswa (survey pada SMA Srijaya Negara Palembang). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA), 4(1), 175-194.

Published

2026-08-21

How to Cite

Lora, T. F., & Widjanarko, M. (2026). Self-esteem among emerging adult women experiencing fatherlessness. Inovasi Kurikulum, 23(3), 511-520. https://doi.org/10.64014/jik.v23i3.335

Similar Articles

1-10 of 128

You may also start an advanced similarity search for this article.