Peranan rintisan dalam pembaruan kurikulum

Authors

  • R Ibrahim

DOI:

https://doi.org/10.17509/jik.v1i1.35606

Keywords:

curriculum evaluation, curriculum update, national curriculum

Abstract

Setiap upaya pembaruan, termasuk pembaruan kurikulum, memerlukan fase rintisan di mana kurikulum baru dilaksanakan dalam skala kecil untuk keperluan pembenahan atau pemantapan sebelum disebarluaskan ke dalam skala yang lebih besar sampai akhirnya diberlakukan secara nasional. Fase rintisan kegiatannya meliputi uji coba dalam hal aspek efektivitas, efisiensi, dan kelaikan/keterlaksanaan. Selain itu, selama fase rintisan, peranan evaluasi juga memiliki peranan yang sangat penting, dan paling tidak, ada tiga jenis evaluasi yang perlu dilakukan selama fase rintisan yaitu evaluasi sumber daya, evaluasi proses, dan evaluasi hasil. Melalui ketiga jenis evaluasi tersebut, diharapkan dapat diperoleh informasi yang berguna untuk dijadikan masukan bagi pengambilan keputusan tentang pembenahan atau pemantapan program dalam aspek efektivitas, efisiensi, dan kelaikan selama dan pada akhir fase rintisan tersebut.

References

Borg, W. R., & Gall, M. D. (1979). Educational research: An introduction (3rd ed.). Longman.

Lehmann, H. (1990). The systems approach to education. Innotech Publications.

Oliva, P. F. (1992). Developing the curriculum (3rd ed.). HarperCollins.

Pusat Kurikulum. (2002). Framework kurikulum dan hasil belajar. Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas.

Stufflebeam, D. L., Foley, W. J., Gephart, W. J., Guba, E. G., Hammond, R. L., Merriman, H. O., & Provus, M. M. (1977). Educational evaluation and decision making. F.E. Peacock Publishers.

Published

2004-02-23

How to Cite

Ibrahim, R. (2004). Peranan rintisan dalam pembaruan kurikulum. Inovasi Kurikulum, 1(1), 16-20. https://doi.org/10.17509/jik.v1i1.35606

Similar Articles

31-40 of 73

You may also start an advanced similarity search for this article.