Manajemen kurikulum pesantren sains

Authors

  • Muftia Fitri Fajriani Lembaga Pendidikan El Fitra

DOI:

https://doi.org/10.17509/jik.v18i1.36042

Keywords:

kurikulum pendidikan, manajemen kurikulum, pesantren sains

Abstract

Pembelajaran di sekolah saat ini belum sampai ke tahap di mana terdapat kesimpulan mengenai keagungan dan kehebatan Allah. Jarang terdapat sekolah yang mengaitkan fenomena-fenomena yang dipelajari dengan Tauhid Rububiyyah. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya Pesantren Sains di Sragen, yang menjadi sebuah inovasi pendidikan pesantren yang integral holistik. Sebagai Pesantren Sains yang merupakan salah satu bentuk aplikasi dari proyek integrasi antara Islam dan Sains, peneliti dalam penelitiannya bertujuan untuk dapat mengidentifikasi lebih lanjut terkait dengan manajemen kurikulum pesantren Sains Darul Ihsan Sragen. Penelitian ini menggunakan metode-metode kualitatif dengan studi literatur (dokumen) atas hasil-hasil penelitian sebelumnya dan wawancara via telepon. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa manajemen kurikulum pesantren Sains Darul Ihsan Sragen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum, telah terlaksana dengan baik. Penilaian tersebut didasari dengan adanya program kerja, terlaksananya program, dilakukan pengawasan, serta terlaksananya proses pembelajaran dengan optimal. Selain itu Pesantren Sains ini memiliki kekhasan dan ciri tersendiri yang membedakan pesantren ini dengan lainnya.

References

Al-Qur’an. (n.d.). [Kitab suci umat Islam].

Alwi, B. M. (2013). Pondok pesantren: Ciri khas, perkembangan, dan sistem pendidikannya. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 16(2), 205–219. https://doi.org/10.24252/lp.2013v16n2a8

Badrudin. (2013). Dasar-dasar manajemen. Alfabeta.

Basyit, A. (2017). Pembaharuan model pesantren: Respon terhadap modernitas. Koordinat, 16(2), 293–324.

Daradjat, Z. (1992). Ilmu pendidikan Islam. Bumi Aksara.

Hamalik, O. (2009). Dasar-dasar pengembangan kurikulum. Remaja Rosdakarya.

Handoko, T. H. (2013). Manajemen (Ed. 2). BPFE.

Hasibuan, M. S. P. (2014). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.

Hefniy. (2008, October 6). Manajemen dalam perspektif Islam. WordPress. Retrieved September 8, 2019, from https://hefniy.wordpress.com/2008/10/06/manajemen-dalam-perspektif-islam/

Herman, H. (2013). Sejarah pesantren di Indonesia. Al-Ta’dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 6(2), 145–158. https://doi.org/10.31332/atdb.v6i2.311

Hermawan. (2017). Interaksi Islam dan sains: Studi historis-fenomenologis di SMA Trensains Sragen. Cakrawala: Jurnal Studi Islam, 12(2). Retrieved September 9, 2019, from http://journal.ummgl.ac.id/index.php/cakrawala/article/view/1702

Hidayat, A., & Machali, I. (2010). Pengelolaan pendidikan: Konsep, prinsip, dan aplikasi dalam mengelola sekolah dan madrasah. Pustaka Educa.

Mahdi, A. (2013). Sejarah dan peran pesantren dalam pendidikan di Indonesia. Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, 2(1), 1–20.

Manullang. (2015). Dasar-dasar manajemen. UGM Press.

Mastuhu. (1994). Dinamika sistem pendidikan pesantren: Suatu kajian tentang unsur dan nilai sistem pendidikan pesantren. INIS.

Mulyasa, E. (2012). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi (Cet. XIV). Remaja Rosda Karya.

Munadi, M. (2016). Integration of Islam and science: Study of two science pesantrens (Trensains) in Jombang and Sragen. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2). Retrieved September 9, 2019, from http://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/index.php/JPI/article/view/1236

Mustakim, M. (2017). Transformasi pesantren sebagai pusat penyebaran Islam, alat revolusi dan lembaga pendidikan Islam. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 6(2). Retrieved September 8, 2019, from http://ejournal.stitmuhpacitan.ac.id/index.php/tajdid/article/download/113/32/

Muthohar, A. A. R. (2007). Ideologi pendidikan pesantren: Pesantren di tengah arus ideologi-ideologi pendidikan. Pustaka Rizki Putra.

Muttaqin, A. (2016). Konstruksi kurikulum sains Islam keindonesiaan (integrasi Islam, sains kealaman, sains humaniora dan keindonesiaan). Jurnal Pendidikan Islam, 5(2). Retrieved September 8, 2019, from http://jurnaledukasikemenag.org/index.php/edukasi/article/download/460/pdf

Rakhmawati, F. (2012). Konsep dan penerapan fungsi-fungsi manajemen pendidikan di lembaga pendidikan.

Rifai, A., Soekirno, & Soedarminto. (1999). Materi pokok pengembangan kurikulum dan bahan belajar. Universitas Terbuka.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. XXVIII). Alfabeta.

Suharsaputra, U. (2010). Administrasi pendidikan. Refika Aditama.

Sukmadinata, N. S. (2017). Pengembangan kurikulum: Teori dan praktik. Remaja Rosdakarya.

Syaefudin, A. (2016). Pola pembinaan tauhid kepada anak (Analisis kisah Nabi Ibrahim AS dan Isma’il AS dalam Tafsir Al-Ibriz Karya Bisri Mustafa QS. Ash-shaffat: 100-110) [Skripsi, STAIN Kudus]. Retrieved from http://eprints.stainkudus.ac.id/105/

Tafsir, A., et al. (2004). Cakrawala pemikiran pendidikan Islam. Mimbar Pustaka.

Tampubolon, P. (2018). Pengorganisasian dan kepemimpinan: Kajian terhadap fungsi-fungsi manajemen organisasi dalam upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Stindo Profesional, 4(3), 22.

Trensains. (n.d.). Kurikulum materi ajar. Retrieved from https://trensains.sch.id/kurikulum-materi-ajar/

Ukas, M. (1999). Manajemen: Konsep, prinsip, dan aplikasi (Cet. II). Ossa Promo.

Yasmadi. (2005). Modernisasi pesantren. Quantum Teaching.

Zulhimma. (2013). Dinamika perkembangan pondok pesantren di Indonesia. Jurnal Darul ‘Ilmi, 1(2), 166–167.

Published

2021-02-19

How to Cite

Fajriani, M. F. (2021). Manajemen kurikulum pesantren sains. Inovasi Kurikulum, 18(1), 18-37. https://doi.org/10.17509/jik.v18i1.36042

Similar Articles

1-10 of 203

You may also start an advanced similarity search for this article.