Penyempurnaan kurikulum madrasah dalam konteks KTSP
DOI:
https://doi.org/10.17509/jik.v6i1.35686Keywords:
ktsp, kurikulum madrasah, penyempurnaan kurikulumAbstract
Pengembangan kurikulum harus segera dilakukan, selain merespons perubahan paradigmatik pendidikan, juga mengantisipasi terjadinya perubahan strategis bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), secara konseptual mempunyai semangat global, nasional dan lokal sekaligus. Bahkan, KTSP menjadi petanda bagi revitalisasi sekolah/madrasah dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan perubahan sosial. Jika setiap madrasah/sekolah mampu mendesain sebuah KTSP, maka akan didapati variasi KTSP sejumlah madrasah/sekolah tersebut. Penelitian yang dilakukan di MTs Darul Muttaqin menunjukkan adanya ekuivalensi antara "kurikulum yang asli" dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang sedang dirumuskannya. Dalam konsepsi kurikulum Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyyah (TMI), madrasah ini mempunyai identitas lokalnya, karakter internalnya dan cita-cita khususnya. Perilaku KBM di madrasah ini, hingga saat ini masih mengimplementasikan kurikulum TMI yang dirumuskannya sendiri. Namun demikian, relasi MTs Darul Muttaqin dengan madrasah lain, dengan birokrasi pendidikan, dan dengan stakeholders memberikan perspektif baru tentang perlunya KTSP. Kepala MTs Darul Muttaqin menganggap adopsi dokumen KTSP perlu dilakukan agar perilaku mengajar berubah seiring dengan perubahan dokumen kurikulum, sehingga mutu madrasah meningkat seirama dengan dinamika pendidikan pada umumnya.
References
Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. (2004). Standar kompetensi Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum dan madrasah. Departemen Agama RI.
Hamalik, O. (2006). Manajemen pengembangan kurikulum. Remaja Rosdakarya.
Hamid Hasan, S. (1988). Evaluasi kurikulum. Dirjen Dikti, Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Mulyasa, E. (2006). Kurikulum tingkat satuan pendidikan: Sebuah panduan praktis. Remaja Rosdakarya.
Nasution. (1996). Metode penelitian naturalistik kualitatif. Tarsito.
Sumantri, M. (2002). Pengembangan potensi siswa dengan kurikulum terpadu untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya [Pidato pengukuhan guru besar]. FIP-UPI.
Sukmadinata, N. S. (2002). Pengembangan kurikulum: Teori dan praktek. Remaja Rosdakarya.
Sukmadinata, N. S. (2004). Landasan psikologi proses pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Uzer, M. (1992). Menjadi guru profesional. Remaja Rosdakarya.
Widodo. (1994). Pengembangan kurikulum dan bahan belajar II. Universitas Terbuka.
Wina Sanjaya. (2007). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana Prenada Media Group.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2009 Aceng Abdul Azis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


